Wednesday, December 30, 2015

Muhasabah (Menghitung Amal dan Dosa) Akhir Tahun



Iya halo semuanya...
Bagiaimana kabarnya? Semoga sehat selalu.
Selamat tahun baru untu kita semua. Semoga segala perencanaan yang sudah kita bangun secara rapih di awal tahun dapat terealisasikan hingga kokoh berdiri nyata menjadi sebuah keberhasilan di akhir tahun ini.

Ketika berbicara akhir tahun, pastilah hal yang dibicarakan mengenai pencapaian apa saja yang sudah kita dapatkan? Segala macam impian-impian yang kita ciptakan setiap malamnya, sudahkah menjadi wujud nyata dalam hidup kita? atau sekedar menjadi bunga tidur saja hingga sekarang?

Saturday, December 26, 2015

Masihkah Kita Menggunakan Wadah Makanan Berbahaya ini?



Tidak disadari saat ini kesehatan kita terancam oleh berbagai macam wadah atau pembungkus makanan. Baik di rumah atau pun luar rumah. Banyaknya penggunaan wadah berbahan plastik, sterofon koran/majalah bekaslah yang saat ini mengancam kesehatan kita.

Di rumah, pastilah masih kita dapati penggunaan koran bekas dalam mewadahi makanan panas atau guna menyaring minyak. Sedangkan untuk di luar rumah dapat kita jumpai penjual gorengan yang menggunakan kertas bekas sebagai wadah gorengan. Penggunaan sterofon yang dijadikan wadah makanan mie ayam atau bakso. Dan yang tidak kalah berbahaya lainnya adalah penggunaan plastik hitam pada penempatan makanan yang tidak memiliki kulit luar atau makanan terbuka seperti daging sebagai isi kantong plastik.


Apakah kesemua bahan-bahan wadah makanan di atas sudah aman bagi kesehatan kita? Apa yang akan terjadi jika kita tetap menggunakan wadah tersebut? Adakah cara mencegahnya?

Kenali Wadah/Pembungkus Makanan yang Berbahaya
Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia(BPOM RI) pada tanggal 14 Juli 2009 memberikan peringatan kepada masyarakat umum mengenai status penggunaan plastik berwarna hitam. Dijelaskan oleh BPOM bahwa katong plastik berwarna hitam merupakan produk daur ulang. Menjadi permasalahannya adalah dalam proses daur ulang tersebut tidak diketahui riwayat penggunaan bahan plasti tersebut digunakan untuk apa. Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat dan lain-lain.


Dijelaskan pula pada peringatan BPOM bahwa dalam proses daur ulang limbah plastik tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menjadikan semakin berbahayanya bagi kesehatan manusia. oleh karena itulah, BPOM sangat tidak menganjurkan bagi masyrakat dalam menggunakan kantong plastik berwarna hitam secara lagsung pada makanan siap santap.

Wednesday, December 23, 2015

Mengingat Allah Zat Mahakaya


            “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya, Aku adalah dekat. Aku mengambulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2] : 186).  
            Sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk terus merasa membutuhkan Allah Swt. Allah Swt. Sang Pencipta yang menciptakan kita manusia untuk hidup di muka bumi sebagai khalifah. Dialah yang menciptakan kita. Oleh karenanya, janganlah kita luput atas segala nikmat yang diberikan. 
Manusia di Hadapan Allah Miskin
            Kerapkali kita tidak sadar akan betapa miskinnya manusia jika disandingkan kepada Allah Swt. Banyak di dunia ini orang-orang yang memiliki harta lebih. Namun, banyak juga di antara mereka yang lupa untuk membelanjakan sebagian hartanya di jalan Allah Swt.
            Manusia terkadang lupa bahwa harta yang dimilikinya sangatlah tidak ada apa-apanya. Harta yang didapat di dunia ini hanya sebagian kecil dari kekusaan Allah Swt.  Allahlah yang Mahakaya lagi Mahamemiliki. Manusia hanyalah makhluk ciptaan Allah yang diberi tugas untuk menjaga bumi ini, serta melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Dan apa-apa yang didapat oleh manusia di dunia ini hanyalah titipan semata. Maka, diakhirat nanti, semua akan dipertanggungjawabkan.
            Manusia lupa, bahwa harta bukanlah segalanya. Allah Mahakaya, maka Allah Swt. tidak lagi membutuhkan apa pun. Manusia kaya, maka tak tak jarang ia masih membutuhkan kepada sesama atas apa yang tidak dimilikinya dari hartanya tersebut. Allahlah yang memberikan segala kebutuhan manusia di dunia ini, sedanngkan Dia tidak membutuhkan apapun dari apa yang kita punya.
            Terkadang manusia baru menyadari akan makna kaya saat kita sudah berada di posisi bawah. Saat terjatuh, kita baru sadar akan adanya Allah Swt dan orang-orang disekitar. Pada saat itulah kita baru mengerti bahwa segala harta sebagai simbol arti kekayaan sangatlah tidak berarti jika kita mansih membutuhkan bantuan.
            Manusia di hadapan Allah sangatlah miskin. Hal ini dikarenakan dengan harta sebanyak apapun, kita pasti akan membutuhkan bantuan oranglain. Berbeda dengan Allah Swt. Dia sangatlah kaya, namun tak membutuhkan bantuan apapun. Allah Mahamengetahui, Allah Mahamerajai, Allah Mahasegalanya dan Allah Mahamenciptakan.   Dia tak butuh siapapun. Dengan kekuasannya, Dia dapat melakukan apapun tanpa bantuan siapa-siapa.
            Manusia? dengan harta banyak saja ia masih membutuhkan sesamanya. Pembantu untuk mengurusi rumah yang besar. BANK sebagai tempat penyimpanan uang. Tempat untuk mengadu sebagai pencaharian solusi atas setiap masalah. Apalagi kepada Allah Swt? Jelas, manusia sangat miskin di hadapan Allah Swt.
            Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kita sombong atas segala kekayaan harta yang dimiliki. Sesungguhnya, harta yang ada pada kita saat ini hanyalah titipan belaka. Allah Swt. akan mempertanggungjawabkan kepada kita atas segala harta yang sudah digunakan. Maka, belanjakanlah sebagian harta kita di jalan Allah Swt. Sesungguhnya, hal ini demi kebaikan kita dan sesama juga, bukan  untuk Allah Swt.
Tidak Ada Miskin Sesama Manusia
            Dan sesungguhnya kepada Dialah yang menjadikan tertawa dan menangis. Dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan. Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan. Dari mani, apabila dipancarkan. Dan sesunggunya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati). Dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (An-Najm [53] : 43-47).
            Mendoktrin dalam benak kita semua bahwa lawan dari kaya adalah miskin. Jelas sudah sesuai firman Allah Swt. di atas bahwa tidak ada manusia yang miskin, melainkan manusia yang berkecukupan. Hal ini dikarenakan kekayaan manusia tidak bisa hanya dikategorikan hanya dengan harta. Melainkan segala kenikmatan yang ia dapat serta rasa syukur.
            Allah Swtt. tidak pernah menakdirkan kita berada dalam keadaan yang sulit hingga melampaui batas kemampuan. Oleh karena itu, Allah Swt. memberikan manusia berupa segala macam kenikmatan yang tidak dapat dibeli dengan harta.
            Kenikmatanlah yang menjadikan kita sadar akan kasih sayang Allah Swt. kepada makhluk-Nya. kenikmatan itulah yang akan menjadikan kita sadar bahwa Allah Swt. tidak pernah lupa kepada kita. Allah Swt. selalu ada didekat kita. Allah Swt. Mahaadil lagi Mahapenyayang.
            Semua itu hanya tinggal kita sebagai makhluk-Nya untuk terus mensyukuri segala kenikmatan sekecil apapun yang telah didapat. Teruslah mengingat Allah Swt. agar kita selalu ingat dan sadar akan nikmat-Nya. Dengan mengingat nikmat Allah Swt. kita akan terus bepikir positif.  Menjalani hidup dengan penuh senyuman. Menjalani hidup dengan menerima segala kondisi yang ada. Begitulah hidup yang penuh dengan rasa syukur.
Memetik Hikmah dari Mengenal Allah Mahakaya
            Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari mengenal Allah Zat Mahakaya, yaitu:
1.      Allah SWT Zat Mahakaya yang tidak membutuhkan bantuan siapa-siapa. Oleh karena itu, Dialah Zat yang Mahakaya dengan sebenar-benarnya.
2.      Harta benda di dunia ini tidaklah bisa menjadi patokan utama dalam mengukur kekayaan. Masih ada ilmu, kasih sayang ataupun cinta yang nilai harganya lebih mahal dibandingkan harta benda.
3.      Belanjankanlah (zakat) sebagian harta kita di jalan Allah SWT sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam Islam.
4.      Berlaku rendah dirilah kalau kita memiliki harta banyak. Sesungguhnya, semua itu hanya titipa semata.

5.      Ingatlah, setiap detik, setiap menit, setiap hari, Allah SWT selalu memberikan kenikmatannya kepada kita. Sehingga, teruslah berpikir positif dalam menjalani kehidupan.   (NSR).

AWAS! RADIASI HP PICU PENYAKIT BERBAHAYA


            Siapa sangka, benda ajaib yang selalu dipegang oleh manusia saat ini mampu menyebabkan penyakit berbahaya. Handphone (HP) merupakan benda mungil yang saat ini menjadi pendamping hidup manuisa. Anak-anak hingga orangtua, benda mungil ini selalu mendapingi aktivitas kehidupan manusia. Menjadi benda canggih dan penting bagi kehidupan manusia saat ini dalam proses berinteraksi.
            Saat ini HP sudah menjadi benda primer bagi keberlangsungan hidup manusia. Menjadi alat penghubung jarak jauh di zaman modern ini. Setiap manusia dapat terhubung dengan siapapun tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Di manapun dan kapanpun, manusia dapat memberikan kabar, membuat janji, ataupun sekedar berkomunikasi pada teman melalui HP.

Doa Memohon Anak yang Sholeh dan Sholehah


اَللهُمَّ اجْعَلْ أَوْلاَدَنَا أَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَا فِى الدِّيْنِ مُبَرَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ     

Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.

Anak bisa saja menjadi sebuah anugerah yang Allah berikan kepada kita. namun, bisa juga menjadi sebuah ujian hidup bagi orantua. Oleh karena itu, hanya kepada Allah SWT lah hendaknya selalu memohon agar anak-anak kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi agama, keluarga dan negara serta generasi muda yang terus dekat kepada Allah SWT dan faham akan agama Islam hingga hidupnya dipenuhi keberkahan Allah SWT. Aamin

            

Mewarisi Suri Tauladan Rasulullah Saw


Tidaklah kekal setiap apa-apa yang Allah SWT ciptakan, khususnya manusia. sebagai makhluk yang fana, akan binasa, tidak baik bagi seorang manusia terlena dalam tipu daya dunia. Hanya menghabiskan hidupnya untuk bersenang-senang layaknya umat jahiliyah terdahulu. Seperti berjudi, minum-minuman keras, free sexs, dan banyak lagi yang sifatnya menjauhkan diri dari Allah SWT.

Harta, tahta dan segala macam kenikmatan yang ada di dunia ini yang sudah kita miliki tidak lain semata adalah titipan dari Allah SWT.  Pada saatnya nanti jika sudah datang waktunya bagi kita didatangkan oleh izrail, maka apa yang bisa kita bawa tidaklah lain hanya amal ibadah.

Lantas, seberapa banyak dan yakinkah amal ibadah kita saat ini hingga dapat berpikir hidup tenang dan bersenang-senang? Apa saja amal ibadah kita yang sudah dikerjakan? Sudahkah kita hidup bermanfaat untuk keluarga, masyarakat, negara dan agama? Bagaimana dengan dosa-dosa yang kita kerjakan? Seperti bergunjing/gosip, berbohong, tidak berbakti pada orangtua, tidak amanah, dan banyak lagi.

Ketahuilah bahwa manusia diutus ke bumi bukan untuk bersenang-bersenang. Melainkan, ada amanah yang harus dipertanggungjawabkan darinya atas setiap kehidupan. Hal ini sebagaimana tugas manusia sebagai pemimpin. Pemimpin keluarga, kelompok kecil, masyarakat, maupun negara serta bertanggung awab atas isi bumi.

Maka, saat ajal telah tiba, semua itu akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Harta, tahta, serta apa-apa yang kita anggap sebagai nikmat dunia lainnya nanti tak ada satupun yang bisa dibawa, serta menjadi penolong kita kecuali amal ibadah.

Oleh karena itu, sebagai manusia yang tidak bisa kekal karena hanya Allah SWT-lah Sang Pencipta yang Maha Kekal, betapa baiknya jika hidup kita diisi dengan mengikuti ajaran suri tauladan Rasulullah Saw. Hal ini sebagaimana kita mengikuti apa-apa yang diajarkan oleh ajarannya yang tiada lain datangnya dari Allah SWT.

Mengamalkan 4 Suri Tauladan Rasulullah Saw
Sudah sepantasnyalah kita mengikuti dan mengamalkan apa-apa yang RasulullahSaw ajarkan. Rasulullah Saw  adalah Nabi kita yang terakhir, sebagai penyempurna akhlak. Rasulullah Saw lah yang memiliki suri tauladan baik yang harus diikuti oleh umat muslim. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah Saw itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan  (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21).

Jelas sudah ketika kita mengharapkan rahmat Allah SWT, maka teladanilah suri tauladan Rasulullah Saw. Beliaulah idola kita sesungguhnya. Beliaulah manusia nomor satu yang jelas-jelas dan nyata bagi kita sebagai panutan karena sifatnya. Berkat sifat-sifatnya itulah, Islam dapat berkembang hingga saat ini. Betapa berartinya dan berpengaruhnya sifat-sifat baik Rasulullah terhadap perkembangan umat muslim di dunia ini.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwasannya Rasulullah Saw mempunyai 4 sifat wajib. Pertama siddiq artinya benar/jujur. Kedua Amanah artinya dapat dipercaya. Ketiga tabligh artinya menyampaikan. Keempat fatonah artinya cerdas, cerdik ataupun pandai.

Siddiq adalah sifat Rasulullah Saw yang harus kita contoh. Memiliki sifat benar serta jujur dalam perkataan adalah modal utama kita dalam bermasyarakat. Bagaimana mungkin kita hidup bersosial jika perkataan kita selalu tidak benar? Pastilah orang-orang akan menjauhi kita. oleh karena itu, sebagai seorang muslim yang berimana, tidak sepatutnyalah jika kita selalu berkata tidak benar. Menyampaikan hal-hal yang dusta. Oleh karena itu, ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa umat muslim haruslah berkata benar, atau jika tidak dapat berkata benar, maka diam itu lebih baik.

Sifat siddiq pun tidak hanya sampai disitu. Sebagai umat muslim, saling mengajak dan mengingatkan adalah sebuah kewajiban. Bagaimana mungkin kita bisa mengajak serta mengingatkan sesama umat muslim lainnya jika kita saja tidak berlaku benar? Bagaimana mungkin Rasulullah Saw dapat menyebarkan ajaran Islam (dakwah) hingga kebenarannya itu ada di hati kita? tiada lain tiada bukan berkat kejujuran dan kebanarannya itu. kebenaran dan kejujuranlah yang telah membesarkan umat muslim hingga sekarang.

Amanah yang artinya dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi siapapun. Besar atau kecilnya sebuah pertangungjawaban yang diemban. Amanah dalam diri Rasulullah Saw adalah dengan berlaku atas hukum-hukum Allah SWT dengan benar sebagaimana wahyu-Nya. Oleh sebab itulah Rasulullah Saw tidak mungkin mengingkari janji mengingat Rasul selalu berlaku sebagaimana yang ada dalam firman Allah SWT.

Oleh karena itu, ketika kita menjadi seorang pemimpin, maka jalankanlah tanggungjawab itu dengan penuh kesungguhan. Jadilah pemimpin yang dapat berlaku adil, mengayomi  masyarakat dan mengutamakan segalanya untuk rakyatnya. Karena itulah tugas pemimpim. Ketika seorang menjadi pelajar, ada sebuah pertanggungjawaban yakni menuntut ilmu atas apa yang sudah orangtua percayakan kepada anaknya. Atau saat seorang pedagang menjualkan dagangannya. Jelaslah seorang pedagang harus berlaku jujur dan adil tidak berlaku curang kepada pelanggannya. Hingga akhirnya, ia benar-benar mendapatkan kepercayaan dari pelanngannya. Dan masih banyak lagi sifat-sifat amanah yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan manusia.

Tabligh atau menyampaikan. Jelas, yang disampaikan adalah ajaran-ajaran Islam yang sudah Allah SWT turunkan melalui firman-Nya. Rasulullah Saw tidak pernah menyembunyikan segala sesuatu yang sudah Allah SWT firmankan. Tidak ada satupun wahyu Allah SWT yang Rasul sembunyikan.
Hal ini pun dapat kita tiru sebagaimana ilmu yang kita miliki. Berbagilah atau bahkan sebarkanlah setiap ilmu yang sudah didapat. Dengan berbagi ilmu amal kita akan terus bertambah. Semakin besar manfaat ilmu yang kita bagikan untuk orang lain. semakin besar pahala yang akan kita terima. Dan semakin besar pula juga nilai manfaat yang ada pada diri kita kepada masyarakat/oranglain.

Dan terakhir adalah fathanah artinya cerdas dan bijak. Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah Saw tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menuntut ilmu. Kita ketahui perjuangan Rasulullah Saw saat menerima wahyu pertamanya. Betapa sulitnya Rasulullah Saw saat itu mengeja, membaca ataupun menghapal. Betapa sulitnya bagi seorang manusia yang tidak bisa membaca dan menulis harus menerima wahyu untuk dibaca, dihapal dan dimengerti maknanya untuk disampaikan kepada orang banyak. ya, dengan kecerdasannya Rasulullah Saw telah mengembangkan dan menyebarkan ajaran agama Islam hingga sekarang.

Lantas bagaimana dengan kita? Jelaslah sudah tidak seharusnya kita pantang menyerah untuk menuntut ilmu. Apalagi sampai bermalas-malasan menuntut ilmu. Sebagai umat muslim, kita harus bisa berkembang dan ikut berpikiran maju, tanpa melupakan ajaran-ajaran Islam. Sehingga Islam beserta kita sebagai umat muslim dapat  berkembang di zaman modern ini. Dengan menjadi umat muslim yang cerdas, kita dapat menyebarkan dan membawa ajaran agama Islam hingga akhir zaman. Aamin, ya Rabbal alamin.   *(NSR/BerbagaiSumber).










Tuesday, December 22, 2015

Ilham Nurkarim; Berdakwah Menyebarkan Virus Membaca Al-Qur’an Melalui Social Media

Nama Lengkap            : M.Ilham Nurkarim

TTL                             : Tangerang, 21 Maret 1996
Aktivitas                     : Mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta Fakultas Teknik Arsitektur
Profesi/gelar                : Kang Nong Fotogenik Kab. Tangerang 2014


Di  zaman modern ini, social media sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Entah untuk apa digunakan fungsi dari social media, semua kembali kepada pemiliknya masing-masing. Instagram, merupakan salah satu social media yang saat ini digemari masyarakat Indonesia, khususnya anak remaja. Namun, tidak dipungkiri yang sudah bukan remaja pun masih ada saja yang eksis menggunakannya.

Saturday, December 5, 2015

Hari Jumat, Hari Spesial Umat Muslim





Jum’at merupakan hari raya bagi umat muslim. Tidak heran, jika pada hari jum’at terdapat setumpuk pahala yang bisa kita dapatkan tidak ada pada hari lain. ada banyak peristiwa-peristiw besar yang terjadi pada hari jum’at. Seperti Allah menciptakan  dan menurunkan Nabi Adam ke bumi pada hari jum’at. Nabi Adam meninggal pada hari jum’at. Terdapat satu waktu di mana seorang manusia berdoa akan diijabah doanya. Pada hari jum’at juga kiamat akan berlangsung.


            Jum’at merupakan hari raya bagi kita sebagai umat muslim. Sabtu merupakan hari raya bagi umat Yahudi. Sedangkan minggu merupakan hari raya bagi umat kristiani. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw.


            Dari Abu Hurairah Ra. bahwasannya aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:    


            “Kita (umat Muslim) adalah umat yang terakhir namun yang paling terkemuka pada hari kiamat meskipun umat-umat telah diberikan kitab suci sebelum kita. dan hari ini (jum’at) adalah hari mereka diwajibkan merayakannya (yaitu dengan ibadah agama, seperti khutbah dan salat) tetapi mereka berbeda pendapat tentangnya. Demikianlah Allah telah memberikan petunjuknya kepada kita untuk menerimanya dan orang-orang mengikuti kita beribadah pada hari itu. umat Yahudi (merayakan hari sucinya) pada hari berikutnya (sabtu) dan umat Kristiani (merayakan hari sucinya) pada hari berikutnya lagi (minggu). (HR. Bukhari).


            Dari hadits di atas jelas sudah Allah memerintahkan kita untuk mengisi hari kemenangan ini dengan beribadah agama seperti khutbah dan salat. Oleh karenanya, pada hari kemenangan (jum’at) inilah seharusnya kita bisa meluangkan waktu kita untuk beribadah. Mengingat jum’at merupakan hari raya bagi umat Islam, maka ada pahala spesial yang tidak bisa didapat pada hari-hari lainnya.


            Pahala pada hari jum’at bisa kita dapatkan pada saat berangkat salat jum’at. Jika, pada salat-salat fardhu biasanya kita akan mendapat pahala saat berangkat menuju masjid berdasarkan jarak. Maka, pada salat jum’at ini, kita akan mendapatkan pahala ganda. Selain jarak, kita juga akan mendapatkan pahala sesuai waktunya. Artinya, ketika kita datang lebih dahulu menuju masjid untuk melaksanakan salat jum’at, maka kita akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dari orang yang berangkat pada waktu berikutnya. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah Saw.


            Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda:


            “Setiap orang yang mandi pada hari jum’at seperti mandi janabah dan kemudian pergi mengerjakan salat (pergi di awal waktu), ia seolah-olah telah berkurban seekor unta (badanah); mereka yang pergi mengerjakan salat pada waktu kedua seolah-olah telah berkurban seekor sapi (baqarah); mereka yang pergi mengerjakan salat pada waktu yang ketiga seolah-olah telah berkurban seekor biri-biri (kabsyan aqran); mereka yang pergi mengerjakan salat pada waktu yang keempat seolah-olah telah berkurban seekor ayam (dajajah); dan mereka yang pergi pada waktu yang kelima seolah-olah telah berkurban sebutir telur (baydhah). Dan ketika imam berdiri (untuk menyampaikan khutbah) para malaikat berkumpul untuk mendengarkan khutbahnya.” (HR. Bukhari)


            Pahala selanjutnya yang bisa didapat pada hari jum’at adalah dengan bersuci (mandi), memakai wewangian, mengenakan pakaian terbaik, serta melaksanakan salat jum’at dan mendengarkan khatib berkhutbah. Mereka yang melaksanakan hal tersebut akan mendaptkan balasan yang besar dari Allah Swt. Berbicara mengenai  bersuci (mandi) untuk menghadiri salat jum’at. Dalam hal ini, biasanya dilakukan saat terbitnya matahari dan yang paling baik dilakukan sebelum berangkat salat jum’at. Adapun balsan yang dijanjikan oleh Allah Swt. sebagai berikut.


            Dari Salman Al-farisi Ra. Nabi Muhammad Saw. bersabda:


            Siapapun yang mandi pada hari jum’at, membersihkan dirinya semampunya, meminyaki rambutnya atau memakai wewangian di tubuhnya dengan wewangian yang ada di rumahnya, kemudian pergi (untuk mengerjakan salat jum’at) dan tidak menerobos dua orang yang sedang duduk (di dalam masjid), kemudian salat sebanyak (yang Allah) wajibkan atasnya, lalu diam ketika imam tengah menyampaikan khutbah, maka dosa-dosanya antara jum’at itu dan jum’at sebelumnya dimaafkan Allah Swt.” (HR. Bukhari).


dan masih banyak lagi pahala di hari jum'at yang bias dikerjakan, seperti sunnah membaca surat Al-Kahfi. Yah, semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung. Aamin.

Friday, December 4, 2015

Jangan Maksiat Dulu Tuan! Waktunya Tidak Tepat


Pagi buta itu seperti biasa langit masih gelap gulita. Tanda kehidupan pun bisa dihitung. Barangkali yang dapat saya tangkap oleh mata lalu lalang tukang sayur lepas belanja dari pasar. Bermodalkan kendaraan sepeda motor, pasangan suami istri itu pun rela keluar rumah pagi buta untuk memenuhi keperluan dagangan mereka di rumah, sayur mayur. Terlihat sang suami mengendarai sepeeda motor dan sang istri di belakang yang harus rela berdesak-desakkan dengan sayur mayurnya, bukan dengan anaknya.

Matahari belum juga nampak terbit, dan seperti biasa azan subuh memecah keheningan. Hanya sedikit manusia yang dapat saya lihat untuk menjemput panggilan sang muazin. Solat subuh di masjid pun saya tunaikan tanpa ada kejadian aneh. Oh ya, seminggu belakangan ini saya jumpai tetangga kosa saya solat subuh jamaah di masjid. Alhamdulillah...

Lepas zikir dan doa bersama. Saya pun bergegas pulang. Saat itu kebetuan berbarengan dengan tetangga saya. Oh ya, subuh itu tepatnya hari Rabu, 25/11/15 kemarin. Yah, di subuh ini saya mendapati hal yang sedikit merisaukan hati saya.

Tetangga saya berjalan di depan, dan saya mengikuti di belakang lepas solat jamaah, zikir dan doa. Berjarak sekitar 2-3 meter. Ya, maklum, kami tidak akrab dan sesekalinya ngobrol pun baru satu kali. Waktu itu saat tetangga saya ingin meminjam motor pagi-pagi untuk mengantarkan ayahnya ke rumah sakit. Lanjut dengan jarak kami 2-3 meter laki-laki bertubuh gemuk dan tinggi itu tiba-tiba tidak terlihat lagi tubuhnya.

"Maling!!! Maling!!!..." tiba-tiba teriakan dari depan saya dengan suara yang sangat kencang. Saya tahu itu adalah tetangga saya, dan saya pun ikut berlari, akan tetapi hanya sebentar.

Sunday, November 1, 2015

Tips Gratis 7 langkah Menghafal Quran dengan Mudah


Dunia sudah berkembang, sudah tak jarang lagi orang yang mulai menghafal kitab suci Al Quran ini, bahkan sudah banyak kita dengar anak kecil pun sudah menjadi Al Hafidz Quran. Tak inginkah kita menjadi seperti itu? Tentu sangat ingin bukan?. Namun, sering kali seberapa pun kita berusaha untuk menghafal terkadang berhenti di tengah jalan, entah karena malas, atau merasa susah sekali untuk dihafal.

Di sini saya akan memberi tahu beberapa tips ampuh untuk cepat menghafal Al Quran, setidaknya untuk mendapat satu juz Quran.

1.      NIAT.
Niat, ini paling penting dalam keinginan menghafal Al Quran. Bila tidak ada niat yang kuat, banyak kemungkinan akan muda menyerah. Maka, yakinkan betul terlebih dahulu pada diri Anda bahwa ‘Saya ingin menghafal Quran, saya bisa menghafal Quran..’ dan tambahkan beberapa kata penyemangat untuk makin memantapkan niat menghafal Quran itu, tak usah malu walau baru ingin menghafal Quran di usia yang sudah ‘tidak muda lagi’. Yang penting ada niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2.      NO BAD MOOD!!
No Bad Mood. Ini juga penting loh, kalau lagi bad mood, jangan dipaksa dulu deh untuk menghafal Al Quran. Karena apa? Karena pasti sia-sia, sudah menghafal namun nantinya akan lupa karena bad mood yang menguasai separuh diri. Jadi, pastikan selalu merasa enjoy agar mudah juga untuk menghafal Quran tersebut.

3.      FOKUSSS!
Nah, ini nih, yang biasa mempengaruhi hafalan Quran kita, terutama pada remaja. Fokus, pikiran hanya tertuju pada satu hal, Menghafal Quran. Biasanya pada saat menghafal, kita sering kali langsung membuka handphone ketika ada notif masuk, apalagi kalau notifnya dari dia, dan itulah yang membuat kita tidak fokus menghafal, hingga hasil hafalannya kurang maksimal. Jadi, ketika ingin menghafal Al Quran, jauh-jauh lah dari handphone Anda, atau sesuatu yang membuat Anda tidak fokus.

4.      BAGI WAKTU.
Tentunya Anda punya kepentingan lain untuk dikerjakan, misalnya sekolah, ataupun kerja, dan hal itu pun tidak bisa begitu juga Anda tinggalkan bukan?. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mulai menghafal Quran?. Bagi Waktu, Anda bisa menghafal beberapa ayat Quran disela waktu kosong, misalnya di jam istirahat, bila Anda mempunyai niat yang kuat, pasti Anda akan rela mengorbankan waktu istirahat Anda untuk menghafal beberapa ayat, atau bisa juga sepulang sekolah ataupun kerja bila sudah tak ada lagi tugas yang harus dikerjakan, daripada terbuang untuk menonton tayangan TV yang tidak diperlukan akan jauh lebih baik menambah hafalan beberapa ayat Al Quran, namun itu kembali kepada Anda juga untuk pengaturan waktu.

5.      KONSISTEN.
Setelah mengatur waktu yang pas—jadwal menghafal Quran—jadikan itu sebagai habits, kebiasaan, Anda harus konsisten dengan jadwal yang Anda terapkan. Misal ingin menghafal di malam hari, walaupun Anda terkadang ingin langsung merebahkan diri ke kasur, tapi paksa! Paksa diri Anda untuk menghafal walau hanya satu ayat, dan Anda bisa memantapkan hafalan tersebut di pagi hari. Mungkin sedikit sulit menerapkan  kebiasaan itu, tapi yakin deh, lama kelamaan pasti sudah seperti rutinitas sehari-hari.

6.      ONE DAY ONE AYAT.
One Day One Ayat. Hal ini sudah sering dibicarakan oleh Ustaz Yusuf Mansyur. Apa artinya? Yaitu 1 Hari menghafal 1 Ayat Al Quran, menghafal dengan metode ini diperkirakan 10 tahun mendatang nanti sudah hafal 30 juz Quran, walaupun lama, hafalan tersebut pasti akan jauh lebih ‘lengket’ di otak. Namun, akan jauh lebih baik jika kita mau menaikkan level menghafalnya ke tingkat yang lebih tinggi, seperti Sehari menghafal Setengah Halaman, pasti jika sudah terbiasa, target menghafalnya akan terus bertambah. Aamiin.

7.      ENEMY ARE GO!!
Enemy yang artinya musuh, di dunia ini hanya ada satu musuh bagi semua manusia, yaitu ‘Iblis Terkutuk’. Berdasarkan pada kisah Nabi Adam A.S, iblis tak akan pernah berhenti untuk mengajak umat muslim bergabung dengan mereka, termasuk menggoda manusia untuk melakukan ibadah—salah satunya menghafal Al Quran, sebab itu tak jarang orang yang sedang menghafal Quran sering kali merasa kantuk, kesulitan, atau sebagainya. Jadi bagaimana cara kita melawan Iblis itu? Yaitu dengan wudu atau terus membaca Quran.
So...?  Masih ragu untuk mencoba menghapal Al-Qur’an? Ayo sama-sama kita menghapal ayat-ayat suci Al-Qur’an ini. kelak, huruf-huruf dari setiap ayat suci yang kiba baca dan hapal dapat menolong kita di akhirat nanti. Semoga dengan menghapal ayat suci Al-Quran ini meningkatkan kualitas iman kita dan menjadi sosok muslim yang bermanfaat untuk mulim lainnya. Aamin.
           
Arum Abrori 8B2.
SMPIP BAITULMAAL

Peserta ektrakurikuler menulis FLP Ciputat   

Sunday, August 23, 2015

Nyari Amal!


Assalamu alaikum,
Selamat malam...

Hari ini ada sebuah cerita menarik bagi saya yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran/teguran buat saya pribadi dan mungkin buat teman-teman juga yang sama-sama merasakan.

22 Agustus 2015, pagi ini saya dan rekan satu profesi di salah satu Majalah di Jakarta janjian ke kantor bareng pagi-pagi. Ya, kami janjian untuk menyerahkan rincian insentif tulisan majalah kami bulan Agustus.

Singkat cerita, sampailah saya dan rekan wanita saya ini di kantor. Saya menggunakan kendaraan motor, dan rekan wanita saya menggunakan kendaraan mobilnya yang tiap hari bergonta-ganti itu, metro 102. Mwehehe

Tuesday, August 18, 2015

Kerajaanku

SIAGA 3: MEMPERKETAT PENJAGAAN

Hari ini kudapati diriku menjadi seorang pangeran. Dan pastilah ayah dan ibuku seorang raja dan ratu. Kerajaanku jauh di atas pegunungan. Sejuk, dan damai. Namun, akhir-akhir ini kerajaanku sering sekali diserang musuh yang ingin menguasai kerajaan. Penjagaan pun diperketat.

Sepertiga malam, di bawah sinar rembulan. Dinginnya angin malam pegunungan menusuk raga. Dan  malam ini menjadi sangat mencekam saat kulihat banyak bayang-bayang dalam gelap mengendap masuk kerajaan. Tiba-tiba bayang dalam gelap itu mengejarku. Tak bisa kudapati sosok wajah bayang hitam itu. Ia berpakaian bak ninja yg hanya terlihat matanya saja, ditambah gelapnya malam semakin membuat mereka tak  terlihat.

Friday, July 10, 2015

Untuk Namamu yang Tidak Aku Sebutkan



baru semalam aku menuliskan surat tentangmu
surat yag tidak aku kirim kepada kurir pos surga
karena aku sedang tidak memiliki uang untuk membayar tarifnya yang super mahal itu
hingga hanya melalui dinding laman ini bisa kutuliskan

barangkali sudah ratusan kali setiap kali kita bertemu
kau menasihatiku untuk tidak menceritakan kehidupanku melalui dinding ini
kau hanya memperbolehkanku menceritkan segala keluh kesahku kepadamu

kau tahu, butuh perjuangan besar agar aku bisa bertemu denganmu
atau sekedar menulis surat untukmu
hingga akhirnya surat itu terkirim melewati langit ketujuh

aku senang kau datang mengunjungi
membangunkanku dalam tidur lelapku
kau datang bersama gelap malam dalam bayang
kau turun melalui cahaya sinar rembulan
kau terbang mengikuti sunyinya angin malam

sepertinya divisi pendataan nama sudah menemukan kartu memberku
hingga kau bisa mengunjungiku

semalam aku tidak memandangi langit malam untuk menunggumu
aku sedang sibuk dengan perkenalan 1 ku
kau tak perlu tahu siapa dia
tapi, perkenalan ini sangat bermanfaat bagiku
aku bisa jadi tahu lebih jauh mengenainya

setelah selesai dengan pekenalan 1 ku yang sebenarnya belum usai
kuputuskan untuk langsung tidur dalam selimut hujan malam
ya, bersama rintik hujan aku tidur dengan nyenyak
saking nyenyaknya, aku melupakan tugas negaraku
menjaga rakyat-rakyatku dari iblis-iblis malam

wahai kau nama yang tidak aku sebutkan
aku tahu kau datang semalam
hanya saja, ke (pura-puraan) tiduranku membuatmu pergi lagi

aku lihat bagaiaman kau masuk ke kamarku
dan bagaimana kau keluar kamarku
saat kau akan naik ke kayangan lagi
aku keluar rumah menatapku hingga titik cahaya terakhir
berharap kau menoleh, dan tersenyum padaku

wahai nama yang tidak aku sebutkan
kedatanganmu tak ku sambut dengan baik
tak ada obrolan percakapan
ataupun tulisan dalam gengaman

kau menyambahiku
dan aku ke (pura-puraan) tiduranku

terima kasih,
salam untuk divisi pendataan nama
tolong jaga kartu memberku baik-baik
jangan sampai ia kehilangan kartu itu
hingga kita terpisah beberapa abad lagi

Ciputat, 10/5/15

Monday, May 4, 2015

Halal-Haram Pegobatan Ular dalam Islam


Di Indonesia, bukan lagi menjadi hal asing dalam dunia obat-obatan yang terbuat dari bahan ular. Banyak beredar obat-obat yang mengandung bahan ular, bahkan kerajinan tangan. Banyak dari setiap anggota tubuh ular yang bisa dimanfaatkan oleh manusia, baik obat-obatan ataupun kerajinan tangan.

Dalam beberapa hal tersebut seperti darah yang dipercayai dapat meningkatkan libido pada kaum pria, mengatasi darah rendah serta meningkatkan kebugaran tubuh. Daging yang dapat dijadikan sebagai penghangat tubuh. Empedu ular yang dapat menyembuhkan penyakit kanker, paru-paru, tumor. Sum-sum ular yang dipercayai dapat menyembuhkan rematik, pengapuran dan asam urat. Dan kulit ular yang dicampur dengan kopi diyakini sebagai obat penutup luka yang lama menutup. Namun, di antara semua jenis khasiat pada ular, meningkatkan libido pada kaum pria tetaplah menjadi alasan utama pemilihan ular sebagi obat.

Banyak ahli medis yang membuktikan betapa luar biasanya khasiat organ ular dalam menyembuhkan penyakit. Seperti yang diungkapkan oleh Nobert Zimmerman, ahli pengobatan dari Bottrop Jerman yang melakukan riset bisa ular dapat mengobati alergi. William Adi Teja, ahli pengobatan di Otoemo Chinese Medical Centre yang menjelaskan bahwa racun ular yang sudah diramu menjadi obat memang bisa menyembuhkan beberapa penyakit berbahaya. Namun, perkara dosis seberapa banyaknya, yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti ilmunya.

Melihat banyaknya para ahli dari luar Indonesia yang melakukan penelitian terhadap ular, semua itu berbeda dengan di Indonesia yang masih lebih dominan mengkonsumsi obat-obatan ular berdasarkan pengalaman. Hal tersebut juga didasari sebagai negara Islam, sudah banyak diketahui ular merupakan hewan yang haram untuk dikonsumsi. Sehingga, jarang adanya penelitian yang dilakukan terhadap ular. Lantas, bagaimana jika kita tetap mengkonsumsi obat-obat yang terbuat dari bahan ular?

Islam Menyikapi Obat-obatan Berbahan Ular

Ular merupakan salah satu binatang yang diharamkan dalam Islam. Hal berdasarkan abda Rasulullah Saw yang menyerukan untuk membunuh hewan ular. Rasulullah Saw bersabda: “Bunuhlah ular.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah Saw memerintahkan untuk membunuh hewan yang berwarna hitam ketika salat: kalajengking dan ular. (HR. Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Dari hadits di ataslah yang menjadi sebab musabab bahwa setiap hewan yang diserukan untuk dibunuh maka haram untuk dimakan. Mengutip dari tulisan Eka Setya Wibiwati, Imam Al-Nawawi rahimahumullah mengatakan bahwa: binatang yang diperintahkan untuk dibunuh maka haram dagingnya untuk dimakan.” (Al-Majmu, Imam Al-Nawawi: 9/22).

“Makan daging ular dan kalajengking adalah haram hukumnya menurut ijma ulama muslimin.” (Ibnu Taimiyah).
Sedangkan, melihat dari jenis baik dan buruknya, ular termasuk hewan yang khabaits (buruk). Ular tersebut masuk dalam kategori kalajengking, lalat, dan cicak yang merupakan hewan khabaits. Dan ular tersebutlah yang masuk dalam kategori 5 hewan yang wajib dibunuh sehingga haram hukumnya untuk dimakan.

Rasulullah Saw bersabda: “Lima macam binatang yang jahat hendaklah dibunuh baik di tanah yang halal atau di tanah yang haram yaitu: ular, burung gagak, tikus, anjing galak dan elang.” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan Hakim).
Melihat dari beberapa penjelas di atas, dapat dilihat ular termasuk dalam kategori hewan yang haram dimakan. Pelarangan mengkonsumsi ular dalam pandangan Islam tidak lain untuk kebaikan manusia itu sendiri. Sehingga, Islam bukanlah agama yang rumit dan kaku, dan tidak pula yang bebas ataupun terlalu longgar dalam permasalahan hukum.

Melihat perkara ular sebagai obat, kita melihat jalan tengah atas jawaban tersebut. Pertama yang perlu diperhatikan adalah untuk apa kita mengkonsumsi ular? Selanjutnya adalah dalam kondisi darurat atau tidakkah kita mengkonsumsi ular?

Mengkonsumsi ular sebagai obat dan untuk mempertahankan hidup maka wajib hukumnya. hal ini sebagaimana firman Allah SWT: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah 2:195).

Berdasarkan firman Allah SWT di atas jelas, dalam keadaan darurat serta mempertahankan hidup, maka kita diperbolehkan bahkan diwajibkan untuk mengkonsumsi sesuatu yang menjauhkan kita dari kebinasaan. Dalam keadaan darurat ini, sesuatu yang haram bisa menjadi halal guna mempertahankan hidup.

Selanjutnya adalah melihat dari kemanfaatannya. Banyak hadits yang tidak menjelaskan sebab musabab kena ular diharamkan untuk dimakan. Hanya menjelaskan faktor hewan yang wajib dibunuh, dan termasuk dalam jenis yang buruk tanpa penjelasan yang terperinci. Namun, melihat dari sisi lain kemanfaatannya, maka ular tersebut bisa kita konsumsi asal tetap dalam keadaan darurat.

“Apa-apa yang dihalalkan oleh Allah dalam kitabnya (Al-Qur’an) adalah halal, apa-apa yang diharamkan hukumnya haram, dan apa-apa yang diamkan tidak dijelaskan hukumkan, dimaafkan. Untuk itulah pemanfaatannya. Sebab Allah tidak pernah lupa tentang sesuatu apapun.” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan Hakam).

Sehingga, diperbolehkannya mengkonsumsi obat-obatan yang berbahan dasar ular harus dalam keadaan darurat, terpaksa, tidak ada obat lain, serta atas dasar saran dokter. Karena, obat-obat berbahan dasar ular pun terkadang dapat membahayakan konsumen mengingat ilmu pasti dalam takaran dosis yang masih belum diketahui.

Oleh karena itu, hukum dasar mengkonsumsi obat-obatan berbahan dasar ular tetaplah haram. Apalagi bagi kita orang Indonesia yang masih mengkonsumsi obat-obatan ular berdasarkan pengalaman saja dan hanya sekedar untuk peningkatan libido saja. Jelas hal tersebut diharamkan. Akan tetapi, jika memang kita dalam kondisi yang sangat darurat, tidak ada obat selain yang berbahan dasar ular, dan guna mempertahankan hidup, maka hal tersebut diperbolehkan dan sangat dianjurkan. Selain dalam kondisi tersebut, tetaplah menjadi haram. Wallahu a’lam bishoaf.   (NSR/berbagai sumber).


Wednesday, April 1, 2015

Menjadi Agen Muslim Perubahan


                Sejatinya, manusia diciptakan dan diturunkan ke muka bumi telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjalani kehidupan dan memimpin apa-apa yang ada sebagai khalifah. Hal tersebut sudah Allah SWT firmannya sebelum Adam dan Hawa diturunkan ke muka bumi, yakni saat penciptaan mereka.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” (Al-Baqarah 2 : [30])
                Kita ketahui bahwa kita sebagai manusia diciptakan ke bumi ini tidak hanya sekedar menjalani hidup dengan melakukan hal-hal sia-sia belaka. Bagaimana pun, setiap insan yang terlahir di dunia ini merupakan manusia pilihan yang telah bersaing dengan ratusan jutaan calon benih pesaing lainnya.
                Oleh karena itu, manusia-manusia yang diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini sudah merupakan insan pilihan yang berhasil bersaing pada kompetitor lainnya untuk merasakan kehidupan di dunia ini. belum lagi dengan kesempurnaan manusia sebagai makhluk terbaik yang diberikan akal pikiran dan hawa nafsu. Menjadikannya makhluk terbaik dari ciptaan Allah SWT.
                Jika kita dapat menyadari hal tersebut, bahwa betapa luar biasanya kita yang sudah mampu mengalahkan ratusan juta calon manusia yang diberi kesempatan sebagai khalifah/pemimpin di muka bumi tak patut untuk merasa tidak bangga, tidak yakin, dan tidak percaya pada diri sendiri.
                Sebagai khalifah di muka bumi inilah, kita harus bangga, yakin dan percaya pada diri kita sendiri bahwa kita mampu menjadi khalifah. Bahwa kita mampu menjadi agen perubah di muka bumi. Kitalah menjaga bumi beserta isinya, termasuk menjaga saudara sesama muslim agar tetap berada di jalan Allah SWT dan dapat merasakan kebahagiaan di muka bumi.

Manusia Sebagai Khalifah adalah Agen Perubah
                Mengapa manusia menjadi agen perubah? Perubahan apa yang dapat dilakukan? Ya, menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan adalah kunci utama hidup di dunia ini. “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah 2 : [148])
                Pada hakikatnya, manusia memiliki akal pikiran yang dapat merancang apapun. Memiliki kekuatan yang dapat dilakukan untuk melakukan sesuatu. Memiliki hawa nafsu untuk berambisi. Dan memiliki kesempatan untuk memperoleh hasilnya. Hasilnya tersebut tinggal bagaimana manusia merancang apa yang dipikirkan, dipergunakan untuk apa kekuatan yang dimiliki, hawa nafsu seperti apa yang dinginkan hingga menjadikan dua kesimpulan hasil, positif atau negatif.
                Telah kita ketahui bahwa setiap yang dikerjakan oleh manusia dalam bentuk kebaikan, maka ia akan memperoleh kebaikan pula. Jelas sudah bahwa perbuatan baik yang dikerjakan tidak akan menghasilkan sesuatu yang merugi kecuali mereka yang senantiasa berlaku buruk.
                Allah SWT senantiasa akan mendukung setiap hambanya yang berlaku baik. keberkahan hidup, kemuliaan, keuntungan, serta nikmat surgalah yang Allah SWT berikan kepada setiap manusia yang menjalani kehidupannya pada kebaikan.
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah 2 : [148])
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2 : [82]).
                Manusia sebagai agen perubah telah dijelaskan dalam firman Allah pada surat Ar-rad yanng berbunyi, “Sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Rad’u : 11).
                Sebagai agen perubah, manusia tidak hanya sekedar merubah diri mereka sendiri. Melainkan, merubah orang lain juga.  Berkaitan dengan firman Allah pada surat Ar-Rad tersebut adalah manusia yang jauh dari Allah SWT pun dapat merasakan nikmatnya dunia. Tanpa Allah SWT kurang-kurangi. Hal tersebut sebagaimana usaha mereka.
                Namun, apa yang didapat oleh mereka hanyalah kesenangan dunia saja. Ketika mereka melakukan maksiat, maka mereka tetap akan mendapatkan dosa atas setiap perbuatan yang dikerjakan. Hal ini jelas berkaitan dengan kita sebagai agen perubah. Kitalah agen perubah yang mana mendekatkan saudara-saudara kita menuju jalan Allah SWT.
                Ketika seorang agen perubah hanya mampu merubah dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain, hingga ia dikelilingi oleh orang-orang yang jauh dari jalan Allah SWT, maka tak ayal jika murka Allah SWT datang, ia bisa juga mendapatkan kemusnahannya tersebut. wallahu a’lam.
                        Menurut Al-Qurtubi menjelaskan mengenai Allah SWT tidak akan merubah suatu kaum kecuali adanya perubaha yang terjadi pada setiap banyak orang/masing-masing individu, orang yang mengamati, atua sebagian dari kaum yang terdapat agen perubah itu. oleh karena itu, berdasarkan penjelasan di atas, firman Allah SWT tidak menjamin bahwa orang-orang atau agen perubah yang tidak melakukan dosa terbebas dari azab atau tidak terkena musibah. Melainkan, ia akan mendapatkan dampak pula, karena tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw saat ditanya apakah orang-orang saleh akan dimusnahkan juga? Maka jawabnya: iya, apabila banyak terjadi kerusakan di dalam masyarakatnya.

                Oleh karena, sebagai manusia pilihan, manuisa terbaik dari ciptaan Allah SWT, dan sebagai agen perubah yang menjalani setiap kehidupan di dunia ini dengan kebaikan. Merubah diri sendiri dan ingatlah pula untuk merubah orang lain pula. Tuntunlah saudara-saudara kita yang masih jauh dari jalan Allah SWT hingga kita bisa mendekatkannya serta membimbingnya menuju jalan Allah SWT dan mengantarnya bersama-sama menuju surga-Nya. Amin, ya Rabbal alamin.