Tuesday, October 24, 2017

K-Vit C Plus Teavigo: Rahasia Sehat Multivitamin Terbaik, Bagus dan Cocok Semua Kalangan (Anak-anak, Dewasa dan Lansia)


Bertambahnya usia, emang gak bisa dipungkiri, selain dengan pola hidup sehat, dibutuhkan juga tambahan asupan vitamin. Tujuannya apa? Tentu menambah daya tahan tubuh agar tetap terjaga kebugarannya, dan tidak mudah jatuh sakit. Apalagi kalau Sahabat Blogger di sini termasuk orang yang aktif dalam bekerja.

Beberapa cerita dari mereka yang sudah tidak lagi muda mengaku, rahasia agar stamina tubuh tetap fit yang tambahan asupan multivitamin. Diakui, kalo gak minum multivitamin, dengan segudang pekerjaan, badan bisa gampang drop.

Tentu, di usia yang gak lagi muda, harapan kita adalah memiliki tubuh yang tetap terjaga, segar bugar dan tetap fit. Usia semakin menua bukan berarti harus pasrah dong menerima resiko sakit. jelas, sebagai pemilik badan semua itu bisa diminimalisir.

Monday, October 23, 2017

Begini Cara Upi Ajak Orangtua Mengerti Kids Jaman Now Melalui Film My Generation


Halo Sahabat Blogger,
Menjadi orangtua dalam mengasuh anak di jaman now sepertinya penuh tantangan ya. Banyak hal-hal baru yang harus dihadapi. Mulai dari bahasa, perkembangan teknologi sampai pada perubahan gaya hidup yang serba praktis/instan. Tentu, hal ini banyak bikin orangtua shock/kaget menerima kenyataan perubahaan era.

Ada orangtua yang menanggapinya dengan positif hingga mereka mau belajar setiap perubahan yang ada. Ada juga yang belum bisa menerima/belum sadar perubahan era sehingga selalu melihat negatif apa yang terjadi di jaman now. Hal ini berakibat pada bagaimana orangtua mengasuh anak yang merasa dirinya paling benar hidup di zamannya.

Tuesday, October 17, 2017

Begini Suka Cita dan Cerita Gusti Randa Mengantarkan BBM Satu Harga di Sambas, Kalimantan Barat

Halo Sahabat Blogger.
Kabar bahagia datang dari PT. Pertamina yang kembali berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat terpencil melalui program BBM Satu Harga. Pada (14/10) kemaren, PT. Pertamina meresmikan SPBU Modular 65.794.001 di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Adanya SPBU Modular, masyarakat Sambas bisa menikmati BBM seperti Solar, Premium dan Pertalite dengan harga Rp5.150, Rp6.450 dan Rp7.700 perliternya.

Pastinya, harapan saya dan harapan kita semua, semakin banyak masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) bisa menikmati harga BBM yang sama rata seperti kita rasakan di kota-kota besar. Sehingga, dengan sama ratanya harga BBM, mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah 3T tersebut.


Hadirnya BBM Satu Harga di wilayah Sambas tentu membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat dan kita semua yang berada di kota-kota besar. Pasti, kita semua ucap syukur atas kebahagiaan yang bisa dirasakan masyarakat Sambas di sana.


Kebahagiaan ini pun tak luput dari Gusti Randa (28) salah satu supir Awak Mobil Tangki (AMT) PT. Elnusa Petrofin. Profesinya sebagai AMT ini dijalankan dengan penuh semangat. Hal ini terlihat dari wajah Gusti Randa yang menutupi rasa lelahnya, sehingga terlihat tetap bersemangat mengantar BBM Satu Harga dari TBBM Pontianak ke Sambas.


"Tadi sekitar jam 11.00 WIB saya keluar setelah mengisi BBM dari TBBM Pontianak, dan malam ini harus sampai di SPBU, agar besok masyarakat Paloh bisa merasakan harga BBM yang sama" ujarnya.



Sebagai salah satu supir AMT yang mengantar BBM Satu Harga perdana ke wilayah Sambas, Gusti Randa menuturkan rasa haru dan bahagianya karena masyarakat di sana akan bisa menikmati BBM Satu Harga. 

"Bangga dan senang bang, bisa bantu masyarakat dapat minyak dengan harga sama kayak di Kota Pontianak," ujarnya sebelum melanjutkan perjalanan. Kalo yang nganter BBM aja sudah seneng, apalagi masyarakatnya. Pasti lebih senang lagi ya. Semoga manfaatnya bisa dirasakan banyak masayrakat setempat.

Oh ya. Sedikit cerita tantangan Pertamina mengantarkan BBM Satu Harga ke wilayah 3T, Sambas. Perjalanan diawali dari TBBM Pontianak menuju Terminal Lintasan Feri Tanjung Harapan yang harus ditempuh selama 7 sampai 8 jam. Tentu, ini dengan perjalanan yang ektra hati-hati.

"Waktu normal perjalanan Pontianak hingga ke terminal Feri biasanya 6 jam tapi karena saya bawa BBM harus hati-hati bang sehingga baru sekarang sampai di Terminal Feri", ia bercerita.

Sesampainya di Terminal Harapan, mobil tangki menaiki kapal Feri yang harus disewa khusus untuk menyebrangkan mobil tangki ke Terminal Tanjung Kalong. Nah, dari Tanjung Kalong ini mobil tangki menuju SPBU Paloh, Sambah dengan waktu tempuh 3jam dan dengan medan yang cukup ekstrem. Kondisi jalan yang masih tanah ini, bisa membuat mobil tangki terperosok loh. Wah, ini jelas bukan perjalanan yang mudah bagi Pertamina dan khususnya para AMT.

Dengan terealisasinya BBM Satu Harga di Sambah, Kalimantan Barat. Sampai saat ini PT. Pertamina telah berhasil menjangkau wilayah 3T di wilayah Kalimantan sebanyak 15 titik. (1) Long Apari, Kab. Mahakam (2) Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalimantan Barat (3) dan Krayan, Kalimantan Utara dan yang baru saja diresmikan pada bulan Agustus lalu yaitu di (4) Danau Sembuluh, Kab.Seruyan. (5) SPBU Paloh, Kab. Sambas Kalimantan Barat. Baca juga cerita perjalanan Pertamina mengantarkan BBM Satu harga di Long Apari

Yosh, saya percaya melalui BBM Satu Harga ini, PT. pertamina bisa membantu kesejahteraan masyarakat terpencil. Terima kasih Pertamina.
_________
Terima kasih Sahabat Blogger sudah mau mampir dan membaca. Yuk, sampaikan kabar bahagia ini dengan share ulang tulisan di blg ini ke akun sosmed Sahabat. Biar banyak masyarakat yang tahu, sekarang Masyarakat Sambas sudah bisa merasakan BBM Satu Harga kaya kita di kota-kota besar.

Jangan lupa komen dan share ya.
Follow juga semua akun social media Pertamina di @pertamina suka banyak kuis loh. Oh ya, ada lomba Blog & Vlog Competition 2017 dan Anugerah Jurnalistik Pertamina 2017 di bulan Oktober sampai November ini.

Jangan lupa follow akun social media saya juga biar saling kenal kita.
Instagram/twitter: @nursaidr_
Instagram: @bloggersaid 

Thursday, October 12, 2017

K-Link Undang CO Founder BukaLapak Wujudkan Wanita Indonesia Jago Berbisnis di Pasar E-Commers


Mendengar nama K-Link saya yakin teman-teman semua di sini sudah tidak asing lagi. Hmm, atau memang hanya kids jaman old saja yang tahu? Ya, saya mengenal K-Link jika diingat-ingat sudah dimulai sejak saya SMP/SMA.

Terkenal dengan air hijaunya. Ada yang tahu apa? Ya, Klorofil. Wah, dulu rajin saya konsumsi air klorofil ini. Khasiatnya dalam menjaga kesehatan tubuh gak diragukan lagi. Sehingga ibu saya berani langganan K-Link. Entah waktu itu ibu saya ikut jadi member atau bagaimana. Saya tidak tahu. Pastinya, emang dulu jaman SMP./SMA saya suka konsumsi air klorofil itu.

Nah, berbicara K-Link ini, saya kembali diberi kesempatan menghadiri seminar K-Link yang mengangkat tema K-Link Menuju Era Digital pada Rabu (11/10) kemaren. Awalnya saya berpikir seminarnya paling sebatas sistem membership seperti apa, bisnis MLM Syariah K-Link seperti apa. Dan mencoba mengajak peserta umum yang belum jadi member, untuk join jadi member. Tapi ternyata tidak!! Murni, dan sama sekali tidak membahas, apalagi mengajak peserta umum seperti saya untuk ikut K-Link.

Sunday, October 8, 2017

Mau ke Jakarta-Cikarang Anti Macet, Panas, Hujan: Naik KRL Lintas Bekasi-Cikarang Aja



Bepergian naik kereta mungkin terbilang baru bagi saya. Ya, setidaknya, setelah sadar harus terjebak macet terus menerus setiap pulang kerja. Bayangkan saja, Jakarta Pusat (istiqlal)–Jakarta Selatan (PIM) menggunakan sepeda motor harus saya tempuh dengan waktu 1 sampai 2 jam. Ah, gila gak tuh!

Bayangin, udah cape pulang kerja, mesti bergulat lagi dengan macet. Gak lupa, cape bawa motornya. Hmmm.

Akhirnya, temen saya yang naik kereta mengajak saya cobain naik kereta. Walau sebelumnya saya juga pernah naik kereta. Tapi, pulang kerja naik kereta belum pernah saya rasakan. Dan tara!!!!
Perjalanan pulang saya tidak semelalahkan naik motor sendiri. Perjalanan pulang saya bisa saya tempuh sekitar 30 sampai 45 menit saja. Itu pun karena saya harus solat dulu di st. Kebayoran Lama. Pastinya, bebas macet!

Ngomongin kereta. Pada (6/10) kemaren Pemerintah meresmikan peroperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur nih Sob. Wah, saya langsung berpikir, “Asik nih kalo saya main Jakarta-Bekasi Timur, Tambun. Sudah ada akses keretanya. Saya gak perlu cape-cape naik motor udah panas, cape badan, cape pantat juga. Huhuhu.”

Monday, October 2, 2017

Ini Dia Upaya Dirjen Cipta Karya dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur di Hari Habitat Dunia


Pada kesempatan yang lalu, saya menulis mengenai upaya Dirjen Cipta Karya yang terus berupaya mensejahterakan masyarakat -dengan prinsip infrastruktur untuk semua-, sebagaimana masuk dalam program Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo.

Pada tulisan sebelumnya baca di sini, saya menjelaskan upaya mensejahterakan masyarakat ini, Dirjen Cipta Karya secara teknis mempunyai program gerakan 100-0-100. Berarti 100 persen air minum aman, 0 persen pemukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

Lantas bagaimana pendekatan dari mencanangkan program 100-0-100 ini?

sumber: klabatnews
Senin (2/10) bertepatan sekali dengan hari Habitat Dunia, dan pada tanggal 2 Oktober ini pula menjadi Hari Habitat pertama yang diselenggarakan setelah New Urban Agenda (NUA) ditetapkan sebagai platform pembangunan perkotaan berkelanjutan yang sejalan dengan SDGs.

Pada tahun ini, Hari Habitat Dunia mengusung tema “Housing Policies: Afforadable Homes” yakni penyediaan tempat tinggal yang terjangkau. Jelas, tema ini diangkat guna mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) dan NUA.

Nah, mewujudkan SDGs dan NUA ini, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. Selanjutnya, ditindaklanjuti oleh perencanaan gerakan 100-0-100 Dirjen Cipta Karya.

Dirjen Cipta Karya dalam mewujudkan gerakan 100-0-100 mempunyai 3 pendekatan:
1.       Pembangunan dan permukiman yang dilakukan dengan mebentuk sistem yang terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan sesuai dengan rencana tata ruang.
2.       Pemerintah pusat memberikan fasilitas kepada pemerintah kabupaten/kota, yang merupakan nakhoda pembangunan dan pengembangan permukiman di daerah.
3.       Pembangunan dan pengembangan permukiman dilakukan dengan memberdayakan komunitas dan para pemangku kepentingan.

Pada proses infrastruktur ini, Dirjen Cipta Karya mengembangkan kawasan pemukiman yang sesuai dengan fungsinya sebagai lingkungan hunian dan tempat beraktivitas yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.  Seperti Dirjen Cipta Karya yang terus mendorong kemandirian PemDa memnuhi kebutuhan dasar permukiman layak huni sesuai standar pelayanan minimal (SPM).

Pemenuhan dari Standar SPM ini meliputi penyediaan air minum, sanitasi, penataan bangunan dan lingkungan, serta penanganan pemukiman kumuh perkotaan. Dirjen Cipta Karya Sri Harytoyo menjelaskan, “Kegiatan pembangunan yang dilakukan Direktoran Jendral Cipta Karya merupakan stimulan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur permukiman.”

Tentu, untuk membantu memaksimalkan Dirjen Cipta Karya pada pembangunan infrastruktur, perlu adanya peran komitmen dari Pemda dan peran aktif juga dari masyarakat, serta pada setiap pemangku kepentingan lainnya pada setiap tahapannya; perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan.

Pastinya, pemerintah akan terus berupaya nih memberikan fasilitas dan mendorong keswadayaan masyarakat serta dunia usaha guna menyediakan hunian layak dan terjangkau. Oh ya, kabar bagusnya dari program ini bertujuan untuk menurunkan akumulasi kekuranagn tempat tinggal khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ya, semoga segala usaha dan niat baik dari Dirjen Cipta Karya dan segenap pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dapat membuahkan hasil yang baik dan dapat dirasakan oleh masyarakat banyak. Aamin.

Follow IG/twitter: @nursaidr_


Sunday, October 1, 2017

Teras Alun-Alun Vida Bekasi: Apartemen Murah Hunian Modern dengan Sentuhan Humanis



Memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman sudah tentu impian kita semua. Setuju? Apalagi jika bisa memiliki tempat tinggal yang ramah lingkungan, dan ramah kantong. Siapa yang tidak mau?

Mendeskripsikan hunian yang nyaman, bagi saya ini perlu dipecah lagi. Seperti nyaman dari segi lokasi, suasana dan tempat, lingkungan sekitar sampai pada fasilitas yang diberikan.

Oh ya, bicara soal hunian, di sini saya ingin mebahas soal apartemen yang murah meriah, tapi juga berkualitas. Ya, sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Memberikan rasa nyaman. Lantas apa ada apartemen murah dengan fasilitas mewah?

Ada banget nih. Jawabannya Teras Alun-Alun Vida Bekasi. Kenapa Teras Alun-Alun? Perlu dipertimbangkan adalah pada proses perencanaan pembangunan Vida Bekasi yang sudah memikirkan 20 rangkuman masalah dalam setiap pembangunan hunian kolektif.