follow us

Begini Cara Upi Ajak Orangtua Mengerti Kids Jaman Now Melalui Film My Generation


Halo Sahabat Blogger,
Menjadi orangtua dalam mengasuh anak di jaman now sepertinya penuh tantangan ya. Banyak hal-hal baru yang harus dihadapi. Mulai dari bahasa, perkembangan teknologi sampai pada perubahan gaya hidup yang serba praktis/instan. Tentu, hal ini banyak bikin orangtua shock/kaget menerima kenyataan perubahaan era.

Ada orangtua yang menanggapinya dengan positif hingga mereka mau belajar setiap perubahan yang ada. Ada juga yang belum bisa menerima/belum sadar perubahan era sehingga selalu melihat negatif apa yang terjadi di jaman now. Hal ini berakibat pada bagaimana orangtua mengasuh anak yang merasa dirinya paling benar hidup di zamannya.


Nah, baru-baru ini sedang ramai di social media kemunculan teaser film My Generation yang disutradarai oleh Upi dan diluncurkan oleh Ifi Sinema. Sekilas, film ini menjadi film yang mengangkat kehidupan kids jaman now. Tapi, lebih dari itu, film mengangkat problematika kehidupan kids jaman now yang tumbuh dari salahnya pola asuh orangtua dan problematika lingkungan sekitar.

Ada 4 tokoh utama di dalamnya. Orly, Suki, Zeke dan Konji.

Orly berperan sebagai seorang anak yang kritis dan pintar. Ia juga memiliki prinsip bahwa saat ini perempuan masih dipandang negatif, salah satunya label-label tentang keperawanan. Gadis pintar dan kritis ini mempunyai masalah dengan ibunya yang single parent tapi berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda.


Suki menjadi karakter seorang anak perempuan kids jaman now yang paling cool di antara gengnya. Namun, di balik sosok cool dan cueknya itu, ia sebenarnya sedang dalam masa krisis kepercayaan diri. Hal ini semakin parah dengan pandangan negatif dari orangtuanya.





Zeke ini berperan sebagai ketua geng. Tentu, ia sangat loyal dengan ketiga sahabatnya. Dibalik sikapnya yang easy going dan loyal, Zeke ini punya masalah yang sangat besar. ia merasa orangtuanya tidak mencintainya dan bahkan merasa orangtuanya tidak menginginkan kehadirannya. Oleh sebab itu, ia mencoba berkomunikasi dengan melakukan aksi konfrontasi terhadap orangtuanya.





Konji ini berperan sebagai seorang anak yang polos dan naif. Kalo kata Upi, Konji masuk kategori anak yang gampang dibully. Nah, Konji ini mempunyai masalah pada masa pubertasnya yang merasa tertekan dengan sikap over protective dari orangtua. Bahkan, ada satu hal yang membuatnya shock dengan moralitas orangtuanya yang kontradiktif dengan semua peraturan diberikan terhadapnya.






Perlu Sahabat Blogger tahu, film My Generation karya Upi ini secara real mengangkat kisah kehidupan generasi Millenial. Melalui film inilah, Upi mencoba mengajak orangtua melihat secara jelas problematika/permasalahan apa saja yang sedang dihadapi kids jaman now ini. Jelas, melalui film My Generation ini, bisa menjadi catatan penting bagi orangtua dalam melihat tumbuh kembang anak-anak mereka saat ini.

Film yang akan tayang pada 9 November 2017 disebut-sebut membutuhkan waktu riset selama 2 tahun mengenai kehidupan generasi Millenial. Dan pembuatan filmnya membutuhkan waktu 1 tahun.

Oh ya, saya sangat penasaran dengan ending dari trailer film My Generation ini. Karena terlihat adegan Konji dan Zeke di penjara, Suki yang seperti terlihat depresi di kamar mandi dan seperti sedang meminum obat terlarang. Wah, bakal kaya apa ya ceritanya? Apakah nasib keempat remaja ini akan semakin buruk karena ketidaktahuan orangtua menyikapi problematika kids jaman now ini?

Langsung nonton aja deh filmnya 9 November 2017. Kalo ada yang mau traktir saya boleh banget. Bisa ajak saya melalui akun social media ig/twitter di @nursaidr_
Oh ya, jangan lupa follow ig @mygenerationfilm dan @upirocks ya. Terima kasih.

jangan lupa share, atau tinggalkan jejak di kolom komentar.




4 Responses to "Begini Cara Upi Ajak Orangtua Mengerti Kids Jaman Now Melalui Film My Generation"

  1. Sama nih penasaran sama karyanya Upi satu ini. Colorfull dan energik banget kelihatannya. Catet dulu tanggal rilisnya

    BalasHapus
  2. Untuk umur abg boleh nonton ga yah, atau untuk dewasa aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget ditonton ka. Gak ada batas minimal umur setahun saya di film ini.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel