Friday, October 7, 2016

Sehat Ala Rasulullah Saw dengan Semangka


Perkembangan obat-obatan dalam Islam terus berkembang, sejak masa kenabian hingga para sahabat dan ulama. Hingga kini, ilmu-ilmu pengobatan herbal masih menjadi pilihan bijak. Allah SWT dan Rasulullah Saw telah memberikan kepada kita berbagai petunjuk penggunaan bahan-bahan alam yang dapat mengobati berbagai penyakit.
Pengobatan herbal memang sering dikatakan sebagai pengobatan yang sesuai dengan fitrah manusia. pasalnya, unsur-unsur herbal yang ada berasal dari tanah, dan unsur jasmani yang ada pada manusia berasal dari tanah sehingga menjadikan keserasian unsur yang terkandung di dalamnya.
Ada banyak firman Allah SWT yang menyebutkan mengenai kegunaan tumbuh-tumbuhan herbal yang bisa menyebutkan penyakit. Adapun beberapa ayat tersebut sebagai berikut, “Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An-Nahl 16: 11).

Sya’ban ra: 3 Penghlihatan Mengenai Surga Menjelang Kematiannya


Alkisah, ada sebuah cerita yang cukup mahsyur diceritakan. Kisah ini mengenai sahabat Rasulullah Saw yakni Sya’ban RA. Akan tetapi, keaslian cerita ini masih diragukan lantaran kurangnya informasi dari kitab mana cerita ini berasal atau darimana. Namun, cerita ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua umat muslim.

Sya’ban adalah seorang sahabat Rasulullah Saw yang tidak menonjol daripada sahabat Rasulullah Saw lainya. Namun, ada satu kebiasaan Sya’ban yang unik serta baik hingga kebiasaan ini sudah sangat dikenal oleh sahabat Rasulullah Saw lainnya. Kebiasaan Sya’ban tersebut ialah selalu beritikaf di pojok depan masjid sebelum dimulainya salat jamaah.

Sya’ban mengambil posisi pojok masjid bukan utuk mempermudahnya bersender di tembok hingga ia bisa tidur. Hal tersebut dilakukan agar dia tidak menggangu orang lain yang sedang beribadah juga di masjid tersebut. Kebiasaan Sya’ban ini sudah dipahami betul oleh sahabat Rasulullah Saw, begitupun dengan Rasulullah Saw sendiri.

Keutamaan Manusia yang Berjihad Menuntut Ilmu


JJika mendengar kata jihad, banyak di antara kita yang menafsirkan sebagai peperangan. Padahal, menuntut termasuk dalam jihad juga. Beberapa ulama berpendapat bahwa menuntut ilmu menjadi jihad yang lebih utama daripada berperang. Mengapa? Ya, pada dasarnya berjihad dengan berperang pun membutuhkan ilmu juga. Mengatur strataegi sampai membagi harta rampasan perang.
Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa agama dapat terjaga dengan dua hal, ilmu dan berperang menggunakan senjata. Apabila di suatu negeri terdapat perintah untuk berperang, maka jihad tersebut menjadi amalan yang paling mulianya. Namun, jihad dengan ilmu tetap menjadi yang lebih utama. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw yang sering kita dengar, “menuntut ilmu diwajibkan atas orang muslim laki-laki dan perempuan.”

Sedangkan menurut Imam Syafi’i, memberikan petuahnya mengenai ilmu, “Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.” “Sehingga, alangkah bodohnya jika kamu mendapatkan kijang (binatang buruan) namun tidak mengikatnya, hingga akhirnya binatang buruan itu lepas di tengah-tengah manusia.”
Petuah di atas mengajarkan kita bahwa ilmu tidak hanya bisa diperlakukan dengan mengingatnya. Namun, tulislah dan simpan pada buku yang layak. Sehingga, ilmu yang didapat bisa terjaga aman saat kita lupa akan ilmu tersebut.

Berbicara mengenai jihad, perlu diketahui bahwa adanya keutamaan-keutamaan bagi umat muslim yang berjihad menuntut ilmu. Berikut keutamaan manusia yang berjihad menuntut ilmu.

Allah tinggikan derajat orang yang menuntut ilmu. Bagi manusia yang gemar menuntut ilmu, Allah SWT akan meninggikan derajatnya di dunia dan akhirat. Di dunia, mereka yang menuntut ilmu akan Allah SWT tinggikan derajatnya sesuai dengan ilmu dan amalan yang dikerjakan. Di akhirat, Allah tinggikan derajat mereka yang menuntut ilmu berdasarkan amal dan dakwah yang dikerjakan.

Allah akan mempermudah jalannya ke surga. Bagi mereka yang berjuang menuntut ilmu, Allah SWT akan permudah jalan mereka menunju surga-Nya. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridaan kepada penuntut ilmu. Orang berilmu akan dimintamaafkan oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibandingkan ahli ibadah adalah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas bintang-bintang. Para ulama adalah ahli waris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengamabil bagian yang melimpah. (HR. Abu Dawud).

Menuntut ilmu merupakan kebaikan dari Allah SWT. Barang siapa yang menuntut ilmu agama, sesungguhnya ia telah memperoleh kebaikan yang Allah SWT kehendaki. “Barangsiapa yang Allah kehendaki seluruh kebaikan, maka Allah SWT akan menanamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Orang yang menunutut ilmu berada di jalan Allah.  Sebagaimana hadits Rasulullah Saw, “Barangsiapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah SWT hingga ia pulang.” (HR. Tirmidzi).

Orang berilmulah yang mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah Saw, “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu.” (HR. Tirmidzi).

Demikian keutamaan bagi umat muslim yang mau menuntut ilmu. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang berada dalam jalan Allah SWT. Aamin.   *(NSR/BerbagaiSumber).