Saturday, July 22, 2017

Berwudhu: Memancarkan Cahaya Wajah di Dunia dan Akhirat

sumber: voa-Islam

Sebagai umat muslim, kegiatan berwudhu sudah bukan perkara yang sulit bagi kita. Sejak kecil, pastilah kita semua sudah diajarkan bagaimana cara berwudhu. Hal ini sebagaimana salah satu syarat sah melaksanakan ibadah salat.
Berwudhu mempunyai arti kebersihan atau kecerahan. Berwudhu berarti memasuh anggota badan dengan air sesuai dengan gerakan yang sudah ditetapkan. Mulai dari berkumur, membasuk wajah, tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, mengusap kedua telinga dan membasuk kedua kaki. Kegiatan ini sebagaimana yang terkandung dalam surat Al-Maidah ayat 6.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah muka dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah: 6).

Fudhail bin Iyadh, Perampok yang Menjadi Ahli Hadits

sumber: kisah muslim


Dikisahkan seorang mantan perampok yang lahir di kota Khurasan, Fudhail bin Iyadh bin Mas’ud bin Basyar at-Tamimi. Ddahulu, Fudhail bin Iyadh sangat dikenal sebagai seorang perampok yang siap menghadang siapa saja yang melewati daerah Abu Warda dan Sirjis.
Fudhail bin Iyadh pada saat itu sedang jatuh cinta dengan seorang gadis. Hingga hidayahnya pun datang melalui perantara gadis tersebut. Pada saat itu, Fudhail ingin memuaskan hasratnya terhadap gadis tersebut sehingga memaksanya harus memanjat temboknya rumahnya. Pada saat itu, Fudhail mendengar seseorang sedang membacakan ayat suci Al-Qur’an.
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah turun al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan mayoritas mereka adalah orang-orang fasiq.” (QS. Al-Hadid: 16).

Friday, July 21, 2017

Pertamina Peduli Baduy: Bantu Sektor Kerajinan Tenun dan Pertanian



Siapa yang pernah ke Baduy? Pasti banyak nih yang udah pernah main ke sini. Jadi, Ini menjadi pengalaman pertama saya pergi ke kampung Baduy dari banyaknya temen-temen yang sudah berkunjung ke sana. Ya, saya cuma bisa mendengarkan cerita saja tentang kampung Baduy. Alhamdulillah, bersama Tim CSR Pertamina, saya berkesempatan berkunjung ke kampung Baduy.



Pada 18-19 Juli 2017 kemaren saya mengikuti program CSR Pertamina, tujuan dari kunjungan ini adalah Pertamina mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat Baduy (setahu saya yang dijamah pengobatan gratis baru Baduy luar saja). Selain ada pengobatan gratis, Pertamina juga memberikan paket sembako. Kegiatan Pertamina Peduli Baduy ini dihadiri oleh VP CSR dan SMEPP Pertamina, Agus Mashud dan Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya.



Sebelum diberlangsungkannya kegiatan pengobatan gratis, VP CSR, Agus Mashud mengajak diskusi kepada masyarakat Baduy untuk mendengarkan harapan apa saja yang ada dari masyarakat Baduy terhadap masyarakat luar.


Pada sesi pun turut disampaikan, oleh Bpk. Agus Mashud keinginan Pertamina memberikan sumbangsih apa saja yang bisa diberikan dari Pertamina kepada Suku Baduy untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Perbincangan suasana pagi yang hangat dan sejuk ini mengalir begitu saja, dengan sesekali gelak tawa. Tak luput, ketika suku Baduy dalam maju ke depan, untuk ikut berdiskusi, dengan sedikit malu-malu mereka berbicara sampai harus memanggil ayahnya saja yang menyampaikan. hehe

Diskusi yang mengalir ini menunjukan jalan benang merahnya mengenai kontribusi apa yang bisa diberikan Pertamina terhadap suku Baduy. Berdasarkan hasil mata pencaharian mereka, Tenun Baduy dan pertanian inilah, yang bisa dimasuki oleh tim CSR Pertamina untuk selanjutnya membantu kemajuan produksi kain tenun dan hasil pertanian yang bagus dan melimpah. Walau, dari sisi pertanian Pertamina tidak bisa begitu banyak mengubah tradisi apa saja yang sudah ada. tutur Bapak. Saija selaku Kades Kanedes, yang mengepalai Desa Baduy, Kab. Lebak, Banten.



Oh ya, beberapa hal yang saya dapat dari perbincangan dengan suku Baduy luar bahwa saat ini mereka sjuga sudah semakin maju dengan perkembangan teknologi. Mulai dari mengenal jasa pengiriman barang, pelatihan penjualan online sampai punya kaunh social media seperti FB dan instagram.

"Aa, fotony nanti diupload di instagram Pertamina ya, mau teteh follow." ucap Teteh warga Baduy yang masih muda tapi udah nikah, bening cakep lagi kepada teman saya Tyo.

dan gak kalah juga ibu-ibu warga Baduy luar yang sedang berbincang dengan saya. "Aa, follow fb saya dong aa. Saya punya facebook."

"Bu, kalo mau beli ini bisa dikirim bu ke Jakarta. Nanti tinggal kena tambahan uang pengiriman saja (alias pengiriman jasa)." ucap Mas-mas yang sedang melayani tim Pertamina.

Yah, bagaimana pun, bagi saya ini menjadi kemajuan suku Baduy dalam meningkatkan penjualan dan pemasaran yang lebih luas. Nah, bagi kamu yang ke suku Baduy, ada baiknya bawa uang yang khusus disediakan untuk membeli dagangan mereka. Ada madu, kain tenun, gantungan, dan souvenir lainnya.

  



Absen dong, siapa di sini yang udah pernah ke Baduy? Selanjutnya sih, semoga saya diajak ke Baduy dalam oleh Tim Pertamina lagi. hehe aamin.

Follow:
twitter/ig: @nursaidr_
twitter/ig/fb: @pertamina


Saturday, July 15, 2017

BUMN Youth Community: Indonesia, Muda Mendunia


15 Juli 2017 PT Pertamina Persero mengadakan sebuah event yang menurut saya anak muda banget, tapi punya nilai inspirasi dan motivasi. Acara yang mengusung nama Pekerja Muda BUMN bangun Sinergi dan Berbagi Kisah Inspirasi dengan tema Indonesia, Muda Mendunia ini menjadi ajang sharing, talkshow, serta coaching clinic yang diharapkan mampu meningkatkan softskill seluruh pekerja muda mudi BUMN dari berbagai sektor.

Kegiatan BUMN Youth Community ini merupakan wadah berkumpulnya generasi muda dari seluruh pekerja di berbagai sektor BUMN yang merupakan kolaborasi antara Forum HUmas BUMN dan Duta BUMN.

Ahmad Reza, selaku ketua Forum Humas BUMN (FHBUMN) berharap acara ini dapat membangun komunikasi, serta menemukan inspirasi positif baik itu dari narasumber, tokoh maupun sesama pekerja.

Acara yang diadakan di gedung pusat PT pertamina menghadirkan 2 sosok inspirasi seperti Butet Manurung founder dari Sokola Rimba yang sekaligus sebagai peraih Asian Nobel Prize dan  juga Muhammad Ajie Santika CEO Tinker Games. Pada talkshow sesi 2 ini, terlihat  membuat muda mudi BUMN terkesima dengan sepak terjang, kisah pahit, dan kisah sukses dari 2 tokoh tersebut.



Sesi 1 diskusi BUMN Youth Community menghadirkan Bpk. Fadjar Harry Sampurno Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media kementrian BUMN dan Bpk. Yudo Irianto selaku SVP Human Resources PT. Pertamina.


Dari acara diskusi ini ada satu kutipan menarik dari Bpk. Fadjar Harry Sampurno, "Seorang pekerja yang bekerja hanya berdasarkan apa yang disuruh saja, maka dia adalah seorang budak. Sedangkan seseorang yang bekerja lebih dari apa yang bisa dia berikan, dialah orang yang merdeka."

Hal menarik lainnya juga disampaikan oleh Bpk. Dwi W. Daryoto, "Membiasakan hal-hal yang benar, bukan membenarkan hal-hal yang biasa."

Tambahnya lagi, "Teruslah bakar semangat, dan jangan pernah berhenti memberikan ide-ide baru." Itulah salah satu prinsip hidup yang dijalankan Bpk. Dwi S. Daryoto disampaikan untuk memberikan semangat kepada 150 muda mudi BUMN.

Lepas acara talkshow di sesi 2, peserta mendapatkan hiburan menarik yang menyuguhkan Saung Angklung Ujo. Suasana pun menjadi cair dan fun tatkala peserta diberikan satu persatu alat musik angklung untuk dicoba dimainkan bersama. Dipandu oleh seorang wanita cantik berbaju merah menjadi nilai tambah kesegaran acara itu sendiri.


Dan sesi yang juga tak kalah keren adalah dengan menghadirkannya Iphonesia yang memberikan materi bagaimana membuat foto bagus di Instagram. Saya pikir ini adalah materinya anak muda banget yang saat ini pastilah semua berlomba-lomba posting foto instagram yang keren sehingga mendapatkan "love" banyak.


Untuk tahu tips-tips apa saja yang diberikan dari Iphonesia teman-teman bisa baca di twitternya @pertamina tadi sih saya lihat adminnya update kultweet seluruh acara kegiatan. Termasuk tips yang diberikan oleh Iphonesia.

Terima kasih buat Pertamina sudah mengundang saya ke acara yang anak muda banget serta penuh sosok-sosook inspirasi yang bisa diambil nilai-nilai positif pembelajaran hidup mereka.

Jangan lupa follow:
twitter/ig: @nursaidr_
twitter/ig: @pertamina



Thursday, July 13, 2017

Ppsst! Nutrimoist 20g Rahasia Produk Kecantikan, Ampuh Hilangkan Bekas Luka



Mau nanya dong buat yang wanita, suka sebel gak sih kalo ada bekas luka yang membekas? Apalagi lokasi lukanya berada di titik terbuka. Pasti sedikit bikin risih atau bahkan menurunkan tingkat kepercayaan diri kamu.

Ceritanya, kemaren itu saya lagi iseng-iseng browsing minuman coklat yang bisa menghangatkan tubuh nih. Karena hujan bulan Juni masih tidak mau singgah, di pelabuhan Juli ini hujan masih sering berkunjung. Maka, saya carilah minuman yang bisa menghangatkan tubuh, dapetlah Hot Dark Chocolate: Cocoa Powder Drink with Gingseng. Ahh ini cocok banget.
📷 by: Nely
📷 by: Nely 



 


Sunday, July 9, 2017

Surat Kecil untuk Tuhan yang Mengaduk Emosi Jiwa



Surat Kecil untuk Tuhan menjadi salah satu film berkualitas yang siap mengisi liburan hari raya bersama keluarga. Mengangkat sebuah kisah seorang anak bernama Angel dan Anton yang harus berjuang hidup menjadi seorang pengamen.

Hidup di jalanan, di bawah asuhan Om Rudi (Lukman Sardi) membuat mereka berdua tidaknya mengenal cape dan sakit. Bagi mereka setoran sesuai atau cambukan yang didapat. Konflik lain yg disuguhkan seperti harapan orangtua asuh. Termasuk, saat Anton mendapatkan orangtua asuh secara tiba-tiba saat Angel sedang dirawat di rumah sakit.

Di sinilah menjadi konflik batin berkepanjangan bagi Angel hingga ia tumbuh besar dan belum bertemu lagi dengan kakaknya, Anton.