Thursday, January 26, 2017

Anak Penjual Tisu di Kampus UIN Jakarta itu Bukan Pengemis

Sumber google.com
ilustrasi 


Selesai dengan agenda ke kampus, saya dan rekan menuju ke lantai 1 untuk ngobrol-ngobrol. Dan saat tengah berbincang-bincang ringan, saya didatangi seorang anak kecil laki-laki penjual tisu yang dulu pernah juga menawarkan saya tisu jualannya dengan alasan ibunya sakit. Dan kali ini anak itu tidak dengan alasannya dan memang tidak memberikan alasan apa-apa. Hanya berjualan.
***

Pagi ini emang tumben banget dateng ke kampus di hari libur. Ehh, di hari gak libur juga gak pernah ngampus. Jangan tanya kenapa...

Pagi ini saya datang ke kampus karena ada undangan temen untuk ngeliyatin dia sidang skripsi. Baperlah pasti, temen seperjuangan acc skripsi beda janrak mingguan doang.... Tapi ya sudahlah dan menjadi resiko. Siapa suruh main mulu tong. Bukannya skripsian malah ngayab ke sana ke mari. Inget tong, dosen pembimbing udah ngelike status fb lu tuh, kode disuruh bimbingan. Well, dateng liat sidang gak rugi juga buat saya. Tapi nambah semangat buat ngejar skripsi. Langsung di tempat ruang sidang skripsi saya langsung sms narsum buat ngajak wawancara. Dan .... tara.... masih tetap belum bisa. Huhu

Tuesday, January 24, 2017

Penggunaan Pestisida dalam Islam Bolehkah?

Google.com
Pemberian Pestisida


Bercocok tanam sayur mayor maupun buah menjadi hal yang biasa dilakukan manusia. Hal ini sebagaimana yang dilakukan nenek moyang kita terdahulu. Hal ini termasuk banyaknya dari masyarakat Indonesia, khususnua daerah pedesaan di mana banyak tanah luas memungkinkan untuk bercocok tanam.
Pertanian dan aktivitas berkebun bisa banyak dijumpai di setiap daerah di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan guna  mencari rezki Allah yang sudah Dia sebarkan di tanah bumi ini. “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” (QS. Al-Baqarah- 60).
Menanggapi dunia pertanian maupun berkebun, dalam dunia ini pun sudah tidak asing lagi dengan pengunaan pestisida. Pernaha dalam masanya pestisida dirasakan sebagai satu-satunya pahlawan yang dapat menolong para petani. Tak ayal, terkadang ada saja yang terlalu mendewakan pestisida, sehingga tidak dapat mengontrol penggunaannya.
Pestisida, sebagai yang kita kenal menjadi obat bagi tanaman/perkebunan bagi para petani. Pada sektor pertanian dan perkebunan, pestisida seolah memberikan bukti sebagai factor keberhasilan panen sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka tak heran, banyak pertanian maupun perkebunan yang dikelola menggunakan pestisida.
Pestisida merupakan substansi kimia serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan bebagai hama. Pestisida secara fungsional sebagai bahan pengatur dan menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman.
Definisi lain mengenai pestisida menjelaskan sebagai zat atau campuran zat yang bertujuan untuk mencegah, membunuh atau mengendalikan hama tertentu, termasuk factor penyakit bagi manusia dan hewan, spesies tanaman atau hewan yang tidak diinginkan.
Penggunaan pestisida jika dilakukan tidak secara berlebihan memang baik dalam mengurangi hama. Karena memang fungsional dan tujuannya bukan untuk membasmi hama. Penggunaan pestida bisa dibilang efektif dalam membrantas hama. Namun, bila dikelola tidak baik, akan menimbulkan dampak negatif. Hal inilah yang tidak disukai dalam ajaran Islam.
Hal negative dari pestisida ini yang bertentangan dengan ajaran Islam. Mengingat, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk merawat lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan di muka bumi.  Sudah sejak dahulu  Islam mengajak umatnya untuk memelihara lingkungan, bumi kita tercinta. Secara lebih dahulu, Islam telah mengetahui akan adanya kerusakan di muka bumi baik daratan maupun lautan sehigga menurunnya kualitas lingkungan hidup sebagai faktor pendukung kehidupan.
Sudah ada dalam firman Allah SWT yang menjelaskan bahwa semua itu pula tiada lain ulah manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, secara tegas, Islam mengajak umatnya untuk sadar dan bijak dalam merawat lingkungan, bumi tercinta.  Beberapa ayat yang menjelaskan mengenai larangan merusak lingkungan sebagai berikut.
“Telah terjadi (tampak) kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebagian akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41).
Islam Menolak Dampak Negatif dari Penggunaan Pestisida Berlebihan
“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadaka kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 205).
Jelas dari beberapa ayat friman Allah SWT di atas sebagaimana yang sudah dituliskan menyebutkan bahwa Allah SWT tidak menyukai perbuatan manusia yang akan merusak lingkungan, tanaman dan hewan ternak. Melihat isinya, ayat ini berkaitan dengan dampak negative yang dihasilkan dari penggunaan pestisida yang berlebihan.
Lantas, apa saja dampak dari penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga Islam tidak setuju dengan penggunaan pestisida berlebihan?
Pestisida berlebihan mampu merusak lingkungan. Penggunaan pestisida yang berlebihan mampu meruskan lingkungan disebabkan bahan kimia sebagai zat yang terkandung dalam pestisida.  Lingkungan akan tercemar oleh zat kimia yang terkandung. Pencemaran pestisida pada unsure air dan tanah ini akan menggangu ekosistem  ikan, udang, binatang kecil serta komponen egroekosistem  sehingga banyak yang akna mati. Dan pencermaran ini pun akan kembali lagi pada manusia.
Pestisida berlebih akan mengakumulasi bahan penumpukan bahan kimia pada hasil pertanian.  Sebagaimana yang sudah dibahas, bahan kimia yang menjadi zat pada pestisida akan tersu menumpuk pada hasil panen pertanian. Hal ini mampu menyebabkan penyakit degenerative jika dikonsumsi terus menerus oleh manusia.
Pestisida menyebabkan keracunan. Tingkat keracunan ini tidak ahnya akan terjadi pada binatang sekitar area pertanian. Melainkan, terjadi juga pada manusia dan hewan ternak lainnya. Oleh sebab itu, penggunaan pestisida harus lebih diperhatikan takaran dan tingkat efisiensinya.
 Itulah bahaya dari pengunaan pestisida berlebihan terhadap kerusakan lingkungan yang dibenci Allah SWT.  Di mana dampak negative di atas mempunyai dampak buruk pada alam sekitar, lingkungan air dan darat, keracunan pada manusia dan hewan ternak.
Adapun dampak lain dari penggunaan pestisida berlebihan bisa mengakibatkan putusnya rantai makanan ekosistem. Seperti matinya musuh alami/predator. Mematikan organism bukanlah sebagai sasaran utama. Kematian organism yang menguntungkan, seperti lebah. Serta menimbulkan kekebalan pada pada organism pengganggu tanaman terhadap pestisida. Hal ini akan berdampak akan munculnya organism yang kebal tehadap pestisida tertentu.

Melihat dari banyaknya kerugian yang ditimbulkan, penggunaan pestisida ada baiknya menjadi alternatif terakhir yang digunakan dengan batas-batas tertentu. Hal ini sebagai perlindungan keselamatan manusia dan menjaga lingkungan alam sekitar.   *(NSR/BerbagaiSumber). 

Cerpen Anak: Adam Ingin Menggapai Cita-Cita



Sepulang sekolah, Adam terlihat tidak semangat dan sedikit ketakutan. Sesampainya di rumah, ia langsung bergegas menuju kamarnya. Mengucapkan salam pun dengan suara yang kecil, tidak seperti biasanya, penuh semangat. Ya, di sekolah, pagi tadi, Adam mendapatkan peringatan dari wali kelasnya bahwa nilai-nilai pelajarannya semakin hari semakin menurun. Padahal, sebelumnya, saat di kelas 1, Adam termasuk anak yang pintar dan rajin belajar.

Namun, setelah ia naik kelas 3, mendapatkan teman baru dan semakin banyak murid karena murid kelas 1A dan B digabung, ia semakin asik bermain dengan kawan-kawannya. Hingga lupa belajar.
Dan yang membuat Adam sedih, temannya di kelas, yang tahu Adam dulu anak pintar dan sekarang menjadi malas, meledeknya dan menakutinya bahwa dia tidak akan naik kelas. “Emang enak diomelin. Awas gak naik kelas.,” ucap Ramdhan menakuti Adam.

Kenali Penyebabnya, Bahaya Perut Buncit dan Tips Menghilangkannya

Sumber: Google.id
Lemak Perut


Bagi kita masyarakat Indonesia, rasanya sudah tidak asing lagi dengan perut buncit. Ya, dalam dunia kesehatan, perut buncit atau lemak berlebih pada perut disebut obesitas sentral. Obesitas sentral merupakan menumpuknya lemak dalam perut yang terdiri dari dua macam, lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan adalah lemak yang ada di bawah kulit. Sedangkan lemak viseral berada dalam tubuh tubuh.
Perlu diketahui, bahwa lemak viseral sangat berbahaya disebabkan mampu mendatangkan berbagai penyakit, ditambah, lemak ini sulit dihilangkan. Bagi yang ingin mengetahui apakah kita termasuk orang yang memiliki lemak dalam perut skala normal bisa dicek dengan mudah. Cukup dengan mengukur lingkar perut, yang mana bagi laki-laki batas normal adalah di bawah 90cm sedangkan pada perempuan di bawah 80cm. Jika melewati batas tersebut, maka bisa dibilang Anda terkena obesitas sentral.

Thursday, January 19, 2017

Ngopi Bareng Nunuzoo. Ini Cerita Dia Bisa Sukses Jadi Selebgram





Halo apa kabar semua? Semoga baik-baik saja, sehat selalu, rezeki lancar yang jomblo dan udah hampir kepala 3 dideketin jodohnya. Aamin. 

Kamu pasti kenal dengan selebgram Nunuzoo ini. Duet maut bersama bundanya selalu bisa bikin pemirsa tertawa. Tak luput pesan yang disampaikan melalui videonya tersebut. Awal saya kenal dia pun lewat video instagram. Isinya tentang singkatan J.O.M.B.L.O ... dari situ tertarik lah saya dengannya. Uhuy... Pokoknya gerak cepat langsung cari tahu siapa dia? Dan berapa nomor hpnya.
Ketertarikan saya dengan Nunuzoo terbayarkan dengan mendapatkan no hp. Bincang-bincanglah kita via wa dengan kopinya masing-masing dan di rumahnya masing-masing. Jadilah kita ngopi bareng. Mwehehe... next time semoga bisa diagendakan ngupi barengnya.