Monday, November 21, 2016

Dear Wanita Cantik di Depan Meja Makanku

Dear wanita cantik dan super.
Ahh, pertemuan kita semalem memang tidak bisa dilupakan. Di kafe pinggir jalan, Samping PIM Pondok Indah Mall 1, saya rehatkan badan dan bersantai di kafe Tanggo.
Bersama seorang teman wanita. Ya, kita memang sama-sama menyukai dunia Kuliner. Tapi bukan dia wanita cantik dan super yg saya maksud.
Tepat di depan mejaku, terlihat wanita cantik, hidung mancung, berkacamata, rambut kepirang-pirangan, mata agak sipit, dan khas gaya rambutnya yang sangat kusuka. Tapi sayang, aku gak tahu model rambutmu. Kau begitu menggoda hingga sering aku melirikmu, dan berpaling dari teman wanita di depanku yg sedang asik bercerita. ya, kebetulan posisiku dengan wanita cantik ini berpapasan.

Wednesday, November 16, 2016

Waw! Ternyata Ada Rahasia Sehat dengan Istighfar


Istighfar memiliki dampak yang sangat dasyat bagi manusia, khususnya bagi kehidupan manusia di akhirat nanti. Selain memiliki dampak ukhrawi, istiighfar juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia di dunia. Kalimat istighfar memiliki inti makna permohonan ampun. Di mana manusia memohon ampunan Allah SWT atas setiap dosa-dosa yag telah diperbuat.

Kita ketahui Rasulullah SAW yang sudah terjaga dari dosa masih beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Di mana dalam setiap harinya, Rasulullah SAW mampu beristighfar sebanyak 70 kali. Sehingga, hal tersebut mampu mengangkat derajat Rasulullah SAW pada kesempurnaan yanng lebih tinggi.

Perhatikan Sabda Rasulullah Ini, Insya Allah Kamu Menjadi Pemuda Muslim yang Beruntung Dunia Akhirat


Mengisi kegiatan sehari-hari memang menjadi hak bagi setiap individu. Sehingga, setiap orang bebas melakukan apa saja, dengan cara apa dia menghabiskan waktu sehari-hari dan bagaimana dia menjalaninya. Semua memang kembali pada jalannya masing-masing. Sehingg ada yang menjalaninya penuh dengan kegiatan, ada yang biasa saja, dan ada yang bersantai-santai.

Perlu diketahui, menjadi manusia khususnya generasi muda yang produktif bukan hanya sekedar membawa kemanfaatan pada masa depan duniawi saja. Tapi, di akhirat kelak, pada hari kiamat, segala macam aktivitas yang telah kita lakukan akan menjadikan kita sebagai orang yang beruntung atau tidak.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah).

Berdasarkan hadits di atas secara jelas dijabarkan akan ditanya setiap orang pada hari kiamat mengenai 5 perkara. (1) Bagaimana kita menjalani aktivitas sehari-hari. Banyak baiknya atau buruknya. (2) Masa muda kita digunakan dengan hal-hal positif atau tidak. Karena itulah, selagi muda, perbanyaklah mengisi kegiatan yang bermanfaat. (3) dan (4) Bagaimana kita mencari rezeki dengan cara yang halal atau tidak, dan untuk apa kita perbelanjakan. (5) Apakah kita termasuk orang yang mengamalkan ilmu kita di dunia ini. Sungguh beruntung orang yang dapat mengamalkan ilmunya, apalagi sampai menurunkan ilmunya kepada orang banyak.

Demikian adanya Islam sudah jauh kebelakang lebih dahulu menganjurkan umatnya untuk berlaku produktif dalam mengisi waktu sehari-harinya. Sehingga, Islam ingin semua pemeluknya menjadi manusia yang beruntung di hari kiamat kelak. Semoga kita semua menjadi generasi muda yang produktif, dan menjadi manusia yang beruntung di hari kiamat kelak. Aamin ya Rabbal alamin.   



Perjuangan Serta Ujian Nabi Yakub Berpisah dari Keluarga dan Anaknya


Dikisahkan, Nabi Yakub as seorang anak dari pasangan Nabi Ishaq dengan Rifqah. Nabi Yakub memiliki saudara kembar bernama al-Aish. Namun, hubungan keduanya tidak begitu baik dikarenakan Nabi Yakub lebih disayangi dibandingkan Aish. Hal ini membuat Aish sangat iri kepada Nabi Yakub. Seringkali Aish bersikap dingin yang tak jarang mengeluarkan kata-kata sindiran karena merasa tidak senang dengan Nabi Yakub.
Sikap cemberu Aish diperparah dengan didoakannya Nabi Yakub oleh ayahnya Nabi Ishaq, “Mudah-mudahan engkau menurunkan nabi-nabi dan raja-raja.” Semakin menjadilah rasa iri Aish terhadap Nabi Yakub.  
Melihat hal tersebut, Nabi Yakub merasa tidak nyaman dengan sikap dingin dan sindiran saudaranya tersebut. Akhirnya, setelah berkonsultasi dengan ayahnya, Nabi Yakub diminta tinggal bersama pamannya Laban di kota Fadan A’raam berada di Irak. Dan Nabi Yakub pun dengan ikhlas menerima saran ayahnya tersebut, dan tinggal bersama pamannya. Sejak saat itulah Nabi Yakub sudah berpisah dengan ayah dan ibunya. Hidup bersama pamannya.