follow us

Marah Sama Orang? Ini Dia 6 Hal yang Saya Lakukan untuk Menenagkan Diri. Nomor 3 Emang Paling Susah Dijalankan.


 
Gambar: pixabay
Rasanya gak adil kan... Kalau kita marah ke orang yang hanya berhubungan sama orang yang sebenarnya kita keselin.

Tapi, pada akhirnya manusia seperti itu. Dia terluka, dan tidak tahu harus diapakan lukanya agar sembuh. Lalu dia membuat orang lain terluka, dengan harapan bisa mengurangi sedikit lukanya... hehe, tapi pada kenyataannya tidak ada yang berubah.
---
Halo Sahabat blogger...
Sahabat Blogger sedang marah dengan seseorang saat ini? atau ada yang pernah marah dan sudah melewatinya? Perihal marah dengan seseorang saya kira kita semua pernah mengalaminya. Karena sebagai makhluk sosial yang saling berinteraksi, terkadang ada saja hal yang tidak disadari dapat menyakiti perasaan orang lain. Atau bahkan, ego manusia yang membuat manusia itu saling sikut sana sini.

Manusia bukan malaikat, jadi bisa saja marah. Hati yang sudah dimiliki oleh manusia, mampu menampung segala emosi yang ada; bahagia, senang, sedih, dendam, benci dan gak lupa, rindu. Milea, Jangan rindu, berat. Biar aku saja. Eaaaa

Kutipan teks pembuka di awal paragraf di atas adalah kiriman chat wa dari seseorang yang sedang marah. Ia sedang bertanya kepada saya. Tapi sepertinya dia bertanya sekaligus memberikan jawabannya sendiri. Karena kondisinya sedang marah, dan hanya chat via wa. Saya pun akhirnya membalas chat itu dengan jawaban, “pikniklah”. Hehe karena menurut hemat saya, orang ini hanya sedang ingin bercerita mengenai kekesalan yang sedang dialami.

Ngomong-ngomong soal marah sama orang. Bila diingat-ingat, beberapa bulan belakangan ini sebenarnya saya pun mendapatkan kejadian tidak enak. Pastinya, kejadian ini sampe bikin saya trauma, marah sejadi-jadinya sama seseorang, meledaklah pokoknya di sini.

Butuh waktu lama memang untuk saya bisa menenangkan diri. Termasuk mesti konsultasi terhadap beberapa teman mengenai masalah yang saya hadapi. Alhamdulillah, hal tersebut bisa menenangkan saya, bahkan memberika jawaban atas masalah saya.

Lalu, apa yang saya lakukan saat harus berdamai dengan marah?

Pertama Bersikap Dewasa



5 tahun yang lalu, saya pernah baca sebuah buku yang Berjudul Pemulihan Jiwa, di mana buku tersebut mebahas tentang bagaimana menguasai perasaan dan pikiran. Di dalam salah satu bab tersebut dijelaskan, cara menguasai perasaan dan pikiran adalah dengan sikap dewasa.

Apa itu sikap dewasa? dijelaskan kalau dewasa itu berpikir sebelum bertindak dan berpikir sebelum memasukkan sesuatu ke dalam hati.

Orang yang punya pemikiran dewasa, segala tindak tanduk atas masalah yang dihadapi pasti penuh perhitungan. Bagaimana menyikapi dan apa yang harus dilakukan sudah dipikirkan matang-matang olehnya. Baik dan buruknya. Termasuk memperhitungkan orang yang sudah menyakitinya.
Pada masalah kemaren pun saya demikian. Pertama, saya mencoba konsultasi dengan 2 orang kawan yang mengerti persoalan ini. Kedua, saya meminta klarifikasi langsung dari orang yang bersangkutan langsung. Di sini, saya langsung hubungi orang yang sudah membuat masalah menurut saya, minta penjelasan soal masalah yang dia buat. Ketiga, saya menanyakan dengan orang lain, yang satu profesi dan mengerti masalah yang dibuat si lawan saya.

Ya, akhirnya satu persatu terjawab semua. Mulai dari masalah di lawan saya. Sampai saya mendapatkan jawaban bagaimana menyelesaikannya. Dan akhirnya, saat ini saya sedikit lega. Kawan yang saya ceritakan masalah tersebut di awal, sekarang sedikit kaget  juga melihat perkembangan masalah yang sudah saya lewati. Kalau saya sudah bisa menikmati dan melupakan masalah tersebut. Dan bahkan menikmatinya saat ini.

Kedua Berwudhu, Solat



Bagi saya, berwudhu dan solat emang punya keistimewaan sendiri dalam menenagkan hati. Dengan berwudhu, kita bisa mendapatkan kesejukkan dinginnya air. Dan dengan solat, kita bisa merasakannya kasih sayang Tuhan terhadap hambanya.

Dengan solat, menjadi meditasi, cara dan media saya untuk berinteraksi kepada sang pencipta. Saya bisa seleluasa mungkin bercerita dan mengadu. Tanpa harus berpikir bagian mana yang harus dan tidak boleh diceritakan.

Saat mengadu dengan Tuhan, bagi saya gak ada lagi rahasia-rahasiaan dan malu kalau masalah yang kita hadapi adalah aib. Dialah yang Maha Menciptakan dan satu-satunya tempat kita kembali di akhirat kelak. Jadi, jangan lupa wudhu dan solat kalau lagi ada masalah. Bebas mau curhat apa aja di sini.

Oh ya, saya jadi teringat dengan seorang teman. Bila dia sedang emosi, dan marah. Dia selalu baca qur'an. Kalo kata dia, gak tenang kalo gak baca qur'an. Ini juga boleh banegt ditiru. 

Ketiga Ikhlas
Ngomongin soal ikhlas ini kayak semacam pret dut lala lah ya. Susah mau bahasnya. Kalo kata orang-orang, “Ikhlas itu ya elu bab, plung dibuang. Udah, gak lagi nengok-nengokin ke bawah dan mikirin itu pupnya.”

Saya setelah mendapatkan semua jawaban kemaren akhirnya mencoga ikhlas. Karena dengan ikhlas ini, yang bikin saya sedikit tenang. Yakin deh, yang gak bikin tenang itu ya karena kita masih belum ikhlas.

Udah ya, gak banyak-banyak bahas ikhlasnya. Saya sendiri masih susah menerapkannya ini. But, just try it. Oke.

Keempat Kumpul Bareng Teman dan Ngopi



Ini sih emang ampuh banget buat ngilangin stres. Karena memang manusia makhluk sosial,  sejatinya kita butuh tempat menghibur diri dengan saling berinteraksi.

Ngopi bareng teman selain mencoba saling cerita tentang masalah yang dihadapi, kita juga bisa mendengarkan cerita-cerita seru dari teman-teman. Segala lelucon yang dibuat saat kumpul emang gak ada duanya. Ampuh, buat ngilangin stres.

Sahabat Blogger punya teman seru yang diajak ngumpul?

Kelima Nonton atau Makan
Doc nobar: Indoblognet
Pergi dari rumah, langsung nonton atau kulineran sendiri menjadi salah satu hal yang saya suka untuk sejenak berdamai dengan marah. Kayaknya, udah dari awal kuliah saya melangsungkan kegiatan ini.
Kalau lagi marah, jalan ke Pondok Indah, nonton atau ke gramedia sendirian. Entahlah, semacam butuh hiburan atau pelampiasan marah dengan makan. Saya kira yang kaya gini juga banyak. Ngaku deh, siapa yang lagi marah pelampiasannya dengan makan?

Saya kalo emang lagi males keluar rumah kulineran, cukup pergi ke alfa atau indomaret beli coklat atau Samyang. Ada yang tahu singkatannya Samyang? Yang belum tahu baca di sini: SingkatanSamyang.

Kalo Sahabat Blogger, biasanya makan apa saat sedang marah? Jangan makan orok ya. Nanti dipenjara. Hehe

Keenam Tidur
Nah, ini menjadi cara terakhir saya saat sedang marah. Tidur. Apalagi kalo malem hari. Bakal saya bela-belain tidur jam 8 atau jam 9. Nah, pas tengah malem kebangun digunakan buat tahajud. Surga... puas tidur malam di awal waktu. Di sepertiga malem bangun, tahajud dan curhat dah sepuasnya. Back to ibadah. Tempat kembalinya manusia ya sama Tuhan.

Tapi, kadang suka pernah sih. Udah tidur malam di awal waktu. Tetap bablas sampe subuh. Saking lelahnya hati dan pikiran. Eaaaa.

Btw ada tambahan. Salah satu cara buat saya nenangin diri dengan mendengarkan murotal ayat suci AL-Qur’an atau sholawatan. Buka youtube, cari murotal atau sholawat yang suaranya enak didengar, udah dengerin deh. Kadang sampe cape dan ketiduran. Dan ini emang ampuh banget sih buat saya. Semacam ada energi positif yang disalurkan ke dalam jiwa aja gitu. Mungkin kalo temen-temen di sini ada yang dengan cara mendengarkan musik. Seleranya masing-masing lah ya.

Ya udah gitu aja deh ya. Pokoknya itu yang saya lakukan kalo lagi marah atau punya masalah. Intinya, sikapi dengan bijak, berpikir positif, ikhlas dan cari akktifitas lain. Bila butuh ketenangan, istirahatlah, atau piknik. Salam bahagia buat Sahabat Blogger semua.

Jangan lupa follow ig/twitter saya di @nursaidr_
Baca juga serial cerita #KatanyaIndigo


12 Responses to "Marah Sama Orang? Ini Dia 6 Hal yang Saya Lakukan untuk Menenagkan Diri. Nomor 3 Emang Paling Susah Dijalankan."

Alkalinda mengatakan...

Wah...bener banget setujuh sama cara bang said menanggulangi marah. Makasi yaa tips triknya.. ^0^

Natara mengatakan...

Kok sama sih mas... hehehe... aku juga kalau lagi marah suka nya makan yang banyak... biasanya makan mie rebus pakai cabe yang super duper banyak...

deddyhuang.com mengatakan...

ajakin makan sama belanja buat nenangi diri :D

Astin Astanti mengatakan...

Makan, nonton trus tidur, gak perlu larut dalam masalah yaaa, mas

Agatha Mey mengatakan...

cari yang enak-enak yaaa... sip

Murni Rosa mengatakan...

Wah, buku pemulihan jiwa dari Mas Deddy yang di I'm Possible (Merry Riana) atau bukan, Mas?

nursaidr mengatakan...

Dedy Susanto. Kalo nongol di im possible kurang tahu deh. Hehe

Ma'arif A mengatakan...

Asikk sekali, haha ...

astria tri anjani mengatakan...

Salam kenal blogger mas nur, artikelnya bener-bener bagus. Bikin hati saya adem setelah bacanya. Apapun masalah yang kita hadapi memang curhat sama Allah itu paling bikin lega. Mau nangis, mau curhat apa aja pasti didengar sama Allah. Makasih ya mas, sudah diingatkan.
Sekali lagi, salam kenal blogger dari saya yak...

nursaidr mengatakan...

Halo ka Astria, salam kenal. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Curhat sama Allah emang paling nyaman ya ka.

me mengatakan...

Insya allah 6 hal ini juga Ane terapin dalam kehidupan sehari-hari.

Intinya mah kita harus sabar, meski katanya kesabaran ada batasnya*

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Hadapi masalah dengan pikiran jernih. Jangan dengan emosi....

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel