Thursday, March 23, 2017

Cerpen Anak: Banna Ingin menjadi Arsitek Masjid, Rumah Yatim dan Pondok Pesantren

Pagi ini seperti biasa Banna bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Hari Rabu menjadi hari spesial buat Banna. Di hari rabu di sekolah Banna ada mata pelajaran menggambar. Dan Banna sangat suka dengan menggambar.

Kegemaran menggambar sudah terlihat sejak TK. Setiap kali melihat buku bergambar, buku dongeng Banna bisa betah hanya dengan melihatnya. Dan setiap minggunya pun Banna dibelikan buku mewarnai oleh ibunya. Oleh karena itu, kegemarannya terhadap menggambar ini sudah ditekuni Banna sejak TK.

Sekarang, saat ia menduduki kelas 3 SD. Kegemarannya itu tidak pernah hilang. Banna selalu punya imajinasi tersendiri saat menggambar. Bahkan, sejak tahun ajaran baru kelas 3 SD, Banna sudah kursus menggambar komik. Jadi, sejak kelas 3 kemampuan menggambar Banna sudah semakin meningkat dan ia sudah mulai belajar membuat komik anak-anak.

Banna dan ibunya pun pergi ke sekolah. Seperti biasa, ibunya akan mengantarkannya sampai sekolah. Setelah ia masuk kelas, ibunya baru akan pulang. Dan setelah jam 12 siang, ibunya akan kembali menjemput Banna di sekolah.

Banna pun memasuki kelasnya dan duduk di bangkunya. Pelajaran pertama adalah matematika baru setelahnya dilanjutkan pelajaran menggambar. Walau Banna sudah tidak sabar dengan pelajaran menggambar, tapi ia tetap fokus terhadap pelajaran matematika yang disampaikan Bu Guru.

Pelajaran matematika pun usai berganti guru pelajaran menggambar. Seperti biasa semua anak-anak mulai membuka buku gambar dan pensil warnanya masing-masing. Semua murid pun sudah mulai menggambar setelah Pak Guru Thamrin membolehkan mereka menggambar sesuai imajinasinya masing-masing.

 Pak Guru Thamrin dan teman-teman Banna sudah tahu kemampuan menggambar Banna. Jadi, sudah tak heran jika di kelas Banna selalu mendapat nilai bagus pada hasil gambarnya. Dan hari ini, Banna benar-benar membuat Pak Guru Thamrin kagum dengan hasil apa yang di gambar Banna. Walau awalnya Pak Guru harus bertanya pada Banna mengenai bangunan yang ia gambar.

Memetik Hikmah dari 4 Kepribadian Nabi Zulkifli: Taat Beribadah, Sabar, Jujur dan Selalu Menepati Janji

Nabi Zulkifli as adalah anak Nabi Ayub as dan cucu dari Nabi Ibrahim. Ia diangkat menjadi nabi dan rasul setelah Nabi Ayub. Saat masih kecil, namanya tidaklah langsung Zulkifli, melainkan Basyardan. Nabi Zulkifli diutus oleh Allah Swt adalah karena ia memiliki sifat yang sabar. Ia diutus untuk menyebarkan ajaran agama Allah kepada kaum Amoria di Damaskus, Suriah.

Nabi Zulkifli menjadi manusia yang sangat sabar, ia tidak mudah mengeluh saat Allah Swt memberikannya sebuah ujian. Saat ia sedang dirundung masalah, ia lebih memilih untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt penuh dengan keimanan dan ketaqwaan.
Allah Swt berfirman, “Dan (Ingatlah) kisah Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang sabar. (QS. Al-Anbiyaa: 85).

Apa Kamu Tahu Perbedaan Mengkonsumsi yang Halal dan Thayyib Apa?

Prof. Dr. Huzaemah T. Yanggo:
Mengkonsumsi Halal dan Thayyib Menjaga Kesehatan Tubuh Kita


Sudah semestinya sebagai seorang muslim untuk mengkonsumsi makan dan minum yang halal lagi baik. Tidak hanya makan dan minum, melainkan segala aktivitas harus penuh dan dekat dengan yang halal dan baik pula. Hal ini sebagaimana yang yang sudah Allah Swt jelaskan dalam firmannya.
 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayyib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah Swt dan kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-maidah: 88).

Disebutkan juga dalam surat lainnya, “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di muka bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesunguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Firman Allah Swt di atas secara jelas mengajarkan umatnya untuk makan dari sesuatu yang halal lagi baik sebagaimana Dia telah melimpahkan rizkinya di muka bumi. Lantas, apa yang membedakan halal dan baik itu?